DPRD DAN GUSTAS HANYA BAHAS REALISASI ANGGARAN, WARGA HAMPIR SELESAI ISOLASI MANDIRI BELUM JUGA DAPAT BANTUAN

LAMPUNG Pringsewu

Pringsewu (PL) Rapat dengar pendapat (hearing) Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pringsewu dengan Tim Gugus Tugas (Gustas) COVID 19 Kabupaten Pringsewu digelar secara tertutup. Senin (6/7)

Digelar lebih dari 2 jam rapat tersebut tanpa dihadiri oleh ketua Tim Gustas COVID 19 Kabupaten Pringsewu Sujadi. Rapat dimulai pada pukul 10.20 WIB dan berakhir pada pukul 12.30 WIB dengan hasil yang tidak sesuai dengan harapan.

Suherman, pimpinan sidang Banggae sekaligus Ketu DPRD Pringsewu kecewa karena Tim Gustas tidak siap membahas angaran COVID 19 karena tidak mampu memaparkan secara detail realisasi anggaran sebesar 112 milyar tersebut.
” Tim Gustas tidak memberikan data penggunaan anggaran secara terperinci, hanya globalnya saja, jadi kami tolak,” ungkap Suherman usai rapat.

Baca Juga :  KAKON BUMIARUM BATING GELAS SAAT DIKONFIRMASI TERKAIT AMBROLNYA TALUD

DPRD Kabupaten Pringsewu menggelar rapat haering yang boleh dibilang singkat tersebut hanya membahas soal realisasi anggaran, tidak membahas lebih jauh tentang kinerja Tim Gustas COVID 19 yang juga patut dipertanyakan terhadap penanganan Pandemi COVID 19.

Semisal transparansi kasus pasien 02 Mr. W, menurut Jubir Gustas dr. Nofly bahwa pasien 02 yang merupakan salah satu tenaga kesehatan di RS Pringsewu terpapar akibat sering keluar daerah, sedangkan hal ini dibantah tegas oleh pasien itu sendiri Mr. W.
Selain itu, penanganan terhadap keluarga dan warga sekitar lingkungan tempat tinggal pasien yang melakukan isolasi mandiri juga minim perhatian.

Baca Juga :  Ditetapkan Adriwansyah Sebagai Plt. Ketua KONI Tuba.

Seperti yang disampaikan Pj Kepala Pekon setempat dimana pasien 02 tinggal bahwa baik keluarga pasien maupun warga yang melakukan isolasi mandiri sangat minim perhatian.

” Sebelumnya saya buat proposal karena warga kurang perhatian, baru besok (Selasa, 8/7) rencananya ada bantuan APD, hand sanitizer, masker dan tank elektrik. Kok baru sekarang bantuan itu, padahal ditetapkan positif sudah hampir dua Minggu yang lalu. Saya juga minta batuan untuk yang terdampak kalau bisa ada bantuan sembako, entah terealisasi atau tidak,” ungkap PJ kakon setempat. (Novi Antoni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *