PASIEN POSITIF COVID19 Mr. W BANTAH DIRINYA SERING “NONGKI” DILUAR PRINGSEWU

LAMPUNG Pringsewu

Pringsewu (PL) – Tingginya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan merupakan salah satu faktor menekan penyebaran COVID19 , disisi lain Pemerintah melalui Gugus Tugasnya patut di apresiasi dalam penanganan persoalan Pandemi yang sudah menyebar di seluruh dunia.

Di Kabupaten Pringsewu sendiri hingga berita ini diturunkan baru ada 2 kasus positif, dan 1 kasus PDP yang meninggal dunia. Dari data tersebut Gugus Tugas Kabupaten Pringsewu boleh dikatakan mampu menekan peyebaran COVID 19, namun apakah keberhasilan upaya ini atas kerja yang komprehensif serta transparan dalam memberikan informasi kepada publik dari Gustas Kabupaten Pringsewu ataukah ada faktor lain.

Namun berkaca dari Kasus Positif COVID 19 terbaru, Mr. W ada kejanggalan dan terkesan di tutup-tutupi. Hasil konfirmasi Juru Bicara Gustas Kabupaten Pringsewu, dr. Nofly, Senin (29/6) mengatakan bahwa Mr. W yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan terpapar dari daerah lain karena yang bersangkutan sering melakukan perjalanan ke luar daerah.

Baca Juga :  IWO Lampung Timur Menggelar Pelatihan Jurnalistik Yang Ke 3 kalinya... 

” Benar bahwa Mr. W adalah tenaga kesehatan positif COVID 19, dari hasil trascing dapat disimpulkan bahwa Mr. W bukan dari transmisi lokal, melainkan dari luar daerah tepatnya dari Bandar Lampung, karena pasien tersebut sering berpergian dan nongki-nongki (nongkrong) dari daerah tersebut dan saat ini sudah di isolasi di RSUD Pringsewu.” Jelas Nofly.

Hal ini disimpulkan lanjut Nofly dari hasil rapid rest cepat kepada orang yang kontak langsung dengan pasien semuanya menunjukan hasil nonreaktif.

” Kami langsung melakukan rapidtest kepada orang yang pernah kontak langsung dengan pasien selama 14 ke belakang, hasilnya nonreaktif jadi itu yang menjadi dasar bahwa Mr. W terpapar dari luar daerah.” Jelasnya.

Baca Juga :  BUPATI HADIRI HALAL BIHALAL PCNU TANGGAMUS

Namun dari hasil wawancara ekslusif kami Tim Media Global Group melalui sambungan seluler Mr. W membantah bahwa selama 14 hari sebelum dirinya dinyatakan positif COVID 19, tidak pernah melakukan perjalanan ke luar daerah.

” Sebagai tenaga kesehatan saya sadar betul dan melaksakan apa yang menjadi himbauan pemerintah dalam penanganan Pandemi ini, dan selalu menjalankan protokol kesehatan, saya berani bersumpah belum pernah jalan atau keluar apalagi nongki-nongki, jelas saya di fitnah,” bantah Mr. W.

Jika benar yang di sampaikan Mr. W bahwa dirinya tidak pernah melakukan perjalanan ke luar daerah dapat diartikan bahwa penyebaran sudah terjadi transmisi lokal paparan COVID 19 tentunya hal ini berbeda keterangan yang disampaikan oleh Jubir Gustas Kabupaten Pringsewu. (NA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *