4 Warga Iringmulyo di Duga Terkena DBD, Masyarakat Meminta Puskesmas Agar Melakukan Fogging

Aspirasi Publik BERITA TERKINI Kabar Desa LAMPUNG Metro

METRO (Pena Lampung) – Masyarakat Rt 010, Rw 005 Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro Mengharapkan pihak Puskesmas setempat agar dapat melakukan Fogging untuk mencegah wabah penyakit menular Demam Berdarah (DBD), Minggu (01/03/2020).

,”di wilayah rumah saya ada empat orang yang udah kena DBD, empat orang itu dikategorikan sudah luar biasa, karena sudah lebih dari satu orang loh ya,”ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya

Keempat warga yang diduga sudah terjangkit DBD itu telah dirawat disalah satu rumah sakit diwilayah Metro, dan anak dari warga Iringmulyo itu diduga juga sudah terkena penyakit menular tersebut, pasalnya, bocah itu mengalami demam tinggi dan tumbuh bintik merah ditangan nya.

,”mereka sudah di opname semua (empat warga, red), ini anak saya juga mungkin kena DBD, badannya panas dan sudah timbul bintik merah di tangannya, barusan saya bawa berobat,”lanjutnya

Baca Juga :  Bupati Pesibar Hadiri Lomba Pencak Silat

Warga itu berupaya kordinasi dengan pihak desa agar lingkungannya dapat di fogging oleh pihak puskesmas setempat, namun jawaban yang sangat mengejutkan dikeluarkan dari salah satu staf kelurahan Iringmulyo.

,”harus bayar pak,”ujar warga menirukan salah satu staf Kelurahan Iringmulyo

Warga Iringmulyo yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan keluhan ke salah satu staf Kelurahan Iringmulyo, warga itu meminta agar puskesmas setempat dapat melakukan pencegahan meluasnya wabah penyakit Demam Berdarah yang sudah beredar di lingkungannya.

,”apakah harus jatuh korban ratusan atau bahkan ribuan orang baru mereka bergerak, seharusnya Fogging geh untuk pencegahan dari puskes, kalau udah terkena DBD itu berarti bukan pencegahan lagi tapi pengobatan,”ujar warga kelurahan Iringmulyo.

Dilansir dari klik dokter, Fogging adalah sebuah teknik pengendalian vektor penyakit, khususnya nyamuk, dengan membunuh nyamuk dewasa dan jentiknya, menggunakan racun serangga. Mesin fogging akan memompa dan menyemburkan racun serangga tersebut dengan cara disemprotkan.

Baca Juga :  Ketua KWRI Tantang Disdik Kota Metro Melaporkan Oknum Pemalsuan Ijazah

Mengapa dilakukan fogging?

Penyakit demam berdarah dengue atau DBD masih sering ditemukan di Indonesia. Vektor utama penularan penyakit ini adalah nyamuk spesifik Aedes aegypti, nyamuk yang memiliki siklus hidup yang dapat bertahan di daerah pedesaan maupun perkotaan.

Aedes aegypti betina dapat bertelur di tempat basah mana saja, meski sangat kecil. Mereka dapat ditemukan di tumpukan sampah di perkotaan, ataupun genangan air di pedesaan. Telurnya juga dapat bertahan di tempat yang kering dalam jangka waktu yang panjang, bahkan hingga satu tahun dan menetas saat terendam kembali dalam air.

Walau bukan metode pencegahan utama, fogging adalah salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes agypti dewasa. Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *