DIDUGA JUAL GAS MELON DIATAS HET, PANGKALAN GAS DI GADINGREJO DIPERTANYAKAN WARGA

BERITA TERKINI LAMPUNG Pringsewu

Pringsewu (PL) – Sesuai dengan SK Gubernur Lampung No. G/869/B.IV/HK/2/019 bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 18.000 rupiah, Dari ketentuan tersebut  berarti bahwa semua Pangkalan gas elpiji bersubsidi 3 kliogram sebagai pihak pengecer tidak diperkenankan menjual diatas HET tersebut. Namun peraturan itu sepertinya banyak diabaikan oleh pihak pemilik pangkalan gas melon yang diperuntukan untuk warga miskin. Seperti pangkalan milik Siswanto yang berada di Jl. Pramuka RT. 01 RW. 05 Pekon Gadingrejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu diduga menjual gas melon diatas nilai HET. Kamis, (29/10)

Hal ini di akui Siswanto saat dirinya sedang menata gas melon untuk didistribusikan ke toko atau warung pengecer di lingkungan setempat.
” Ini mau di kirim ke warung-warung sekitar sini mas, karena saya antar ke tempat saya jual 19 ribu bagi warung yang membayar kontan, yang tidak kontan 20 ribu per tabung,, warga yang langsung beli ke sini ya saya kasih harga sesuai ketentuan, tapi terkadang mereka yang memakai uang pecahan 20 ribuan enggan menerima kembalian,, kalau terkait harga disaring mencapai angka 22 ribu karena warung kan juga ingin untung selain itu juga pasokan gas sering telat ” kilah Siswanto.

Baca Juga :  Bupati Lamtim Serahkan Bantuan, 27. 605 Hektar Lahan Akan Menadapat Benih Jagung Hibrida

Saat disinggung mengenai tidak adanya papan informasi atau plang identitas pangkalan, Siswanto berkilah bahwa papan informasi tidak terpasang karena sedang daalm perbaikan

” Ada mas plang nya, baru diperbaiki tulisannya, ada disamping rumah,” jawab nya.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya kepada media ini mengatakan bahwa  pangkalan tersebut mematok harga jual sama dengan harga di warung pengecer.

Baca Juga :  Kunjungan dan Bakti Sosial kembali dilanjutkan, Bunda Winarti ajak Wakapolres Bermain Tenis Meja.

” Soal HET saya tidak paham mas, tapi pastinya dia jualnya sama dengan harga warung meski kadang  lebih murah sedikit dari warung,” keluh warga tersebut.

Selain diduga menjual tabung gas melon diattas HET, pangkalan gas Siswanto juga menggunan kendaraan angkut yang  kurang layak untuk angkutan tabung gas elpiji karena kendaraan roda 4 yang dipergunakan merupakan kendaraan penumpang (bak tertutup) sedangkan idealnya kendaraan yang dipakai adalah kendaraan bak terbuka.(NA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *