KAKON BUMIARUM BATING GELAS SAAT DIKONFIRMASI TERKAIT AMBROLNYA TALUD

BERITA TERKINI LAMPUNG Pringsewu

Pringsewu (PL) – Bangunan Talut Penahan Tanah (TPT) yang ada di dusun 3 Pekon Bumiarum Kecamatan Pringsewu yang ambrol mulai jadi sorotan masyarakat. Bangunan Yang bersumber dari Dana Desa (DD) pekon Bumiarum tahun anggaran 2017 sudah hampir setengah tahun ini ambrol namun belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki, padahal dari informasi yang didapat dari masyarakat bangunan tersebut selesai dibangun dengan anggaran DD tahap pertama di tahun 2017, artinya usia bangunan belum genap 1 tahun.

Ibu Lusi warga Dusun 3 pekon Bumiarum mengatakan bahwa TPT yang dibangun tepat didepan runahnya tersebut ambrol saat hujan lebat dan terjadi sekitar 6 bulan lalu. Rabu, (23/1).

” Kalau tanggal persisnya saya lupa mas, yang jelas saat itu hujan lebat sekitar 6 bulan kemaren tahun 2018 ini,” ujarnya.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pekon Bumiarum Dwi Narto saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa bangunan TPT dikerjakan sudah sesuai dengan juklak dan juknis yang ada, namun dikarenakan faktor alam, TPT tersebut ambrol.

” TPT ini anggaran tahun 2017, nilainya dibawah 100 juta dengan ukuran 80 x 2,5 meter, sudah dikerjaan sesuai spek buktinya begitu ambrol material tidak hancur, memang saat itu kondisi alam sedang tidak baik, hujan lebat waktu itu selain membuat TPT ambrol juga menyebabkan pohon tumbang dibeberapa titik.” paparnya.

Namun ucapan tidak santun dan bertingkah laku kasar serta intimidatif justru dilontarkan oleh Kepala Pekon Bumiarum Mukharil saat media ini mencoba mengkonfirmasi terkait ambrolnya TPT tersebut, bahkan kakon yang terkenal arogan tersebut sempat membanting gelas minuman dihadapan para awak media.

” Konfirmasi apa, maksudnya apa, jangan sok pinter kalian, kalau ngelawan saya percuma, sampeyan (awak media) tidak mungkin melawan, paling hukum, saya tidak takut sama kalian,” ucapnya kasar. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *