Pembukaan Acara “Megalithic Millenium Art” Dihiasi Turis Asing

BERITA TERKINI LAMPUNG Politik Tulang Bawang Barat

Tulangbawang barat,penalampung.news.com

Pembukaan Acara Magelithic Melenium Art Yang Di Gelar Pemerintah Kabupaten Tulangbawang barat,rabu,(22/01/2020),secara terminologi dilaksanakan Pemkab Tubaba,di hadiri  dan dihiasi dengan kedatangan tamu Turis dari sejumlah negara.

Acara Tersebut Berlangsung di tiga tempat yaitu Uluhan Urik, Las Sengok, dan di Islamic Center Tulangbawang barat.
Pada acara tersebut hadir juga sosok tokoh Lampung Bachtiar Basri Mantan Wakil Gubernur Lampung ,dan Bupati Tubaba H. Umar Ahmad SP. Beserta wakil Bupati H. Fauzi Hasan, Beserta OPD se-kabupaten setempat, Pejabat tinggi Pratama dan ketua DPRD kabupaten Tulangbawang Barat dan sejumlah anggota, selain itu juga  dihadiri oleh turis asing yang sengaja ikut hadir dari sejumlah negara, Tokoh Adat Marga 4 Tubaba, serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Bupati Tubaba H. Umar Ahmad, SP. Mengatakan,”Tubaba melaunching kota Uluhan Urik maka kegiatan ini di respons penuh oleh penjuru dunia, kebaikan yang di respons dari kebaikan, karena itu kehadiran mereka dengan respons dengan kebaikan, maka Tubaba juga menampilkan dengan kebaikan, nah pertemuan kita hari ini akan kita beri tanda penyelo’an artinya silahkan (kata-kata yang disebut bila berada di sebuah gerbang) atau arti silahkan masuk atau silahkan jalan,”kata Umar Ahmad saat di wawancarai oleh sejumlah wartawan pada acara tersebut.

Dia juga menyebutkan, gerbang bumi bagian selatan oleh Mbah Pratno pada waktu itu, dan teman kita dari Irlandia perwakilan manusia dari bumi bagian Utara sudah hadir dan memberikan ucapan selamat kepada Tubaba,  juga secara simbolis perwakilan manusia dari Utara telah memberikan kepada masyarakat adat yang berada di tubaba, yang menjadi bumi peradaban bagian selatan yang kebetulan kita berada di wilayah tropis,”lanjut Umar.Sebagai partisipasi masyarakat Tubaba terhadap Magelithic Melenium Art Umar Ahmad, juga menjelaskan,”sebagai masa depan kadang di gadang kan dengan industri yang maju dan canggih, sebenarnya mesa depan itu kita butuh makanan yang sehat terutama udara yang sehat, oleh karenanya kita perlu memberikan apresiasi terhadap bagaimana hubungan manusia dengan alam, dan juga kita akan menggunakan jalan pendidikan untuk bagaimana menumbuhkan nilai-nilai ini kepada masyarakat,”tegas Umar Ahmad.

Nah dalam penumbuhan nya nilai-nilai ini akan kita tumbuhkan terhadap anak-anak didik kita yang berada di Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertaman (SMP), serta nilai-nilai ini adalah Nemen (Bekerja keras) Nedes (bersungguh-sungguh) Nerimo (Tahan Banting) NeNeMo.  Selain itu ditegaskannya bahwa hari ini menerima teman-teman dari Badui yang ikut serta hadir, dia menegaskan ada nilai kesederhanaan, kesetaraan, dan pelestarian yang pingin di tumbuh suburkan di bumi ini, “Sebenarnya pesan ini bukan hanya untuk masyarakat Tubaba saja tetapi untuk semuanya karna Tubaba itu bukan sebuah wilayah kabupaten tulang bawang barat tetapi lebih kepada tujuan dan cita-cita nya Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan masadepan nya Tubaba.”paparnya.

Pembukaan Acara bertajuk Sharing Time “Megalithic Millenium Art”Kabupaten Tulang Bawang Barat di Kota Budaya Ulluan Nughik,(22/01/2020) Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulangbawang Tengah berlangsung lancar dan kondusif.

Baca Juga :  Belasan Atap Rumah warga Rusak Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Acara yang berlangsung semarak itu selain  dihadiri Bupati Hi.Umar Ahmad.SP.,
Wakil Bupati Hi.Fauzi SE.MM,
Unsur Forkopimda ,
Dandim 0412/LU letkol Inf Krisna Pribudi,
Danlanud M.Bunyamin  diwakili Oleh Kadisop Kapten POM Adi Firmandadi,
Kapolres Tuba Barat AKBP Hadi Saepul Rahman.S.Ik.
Ketua DPRD Tuba Barat Ponco Nugroho.ST, Pabung Wilayah Tuba Barat Mayor Inf A.Sunarya, Para Jajaran Danramil 412-01/TBT dan 412-05/TBU,
Jajaran Kapolsek,
Satker Pemkab Tuba Barat,
Juga Mantan Wagub Lampung Hi.Bachtiar Basri,
Budayawan Prov Lampung Ansori Jausal,serta Tamu Undangan dari Manca Negara, (Para Tim Penyaji)
Tamu undangan ,Tomas,Tiga ,Toda serta peserta yang hadir dalam kegiatan tsbt yang berjumlah  sekitar 500 an orang .
Rangkaian Kegiatan diawali Pembukaan , Penampilan Tari Sigeh Penguten,
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syair 3 Stansa
Tari Nenemo,  Sambutan ketua Panitia Pelaksana Semi, Kegiatan ini merupakan repleksi kilas balik kemasa depan dan acara ini adalah merupakan ruang publik dalam komukasi yang sejajar antara satu sama lain serta saling berdiskusi dan komunikasi dengan memunculkan kembali kebudayaan leluhur .
Anda dapat memahami acara ini bukan dari sambutan yang saya sampaikan tetapi anda dapat memahaminya dengan cara mengikuti semua program/rangkaian kegiatan dalam acara Sharing Time “Megalithic Millenium Art” sampai dengan selesai yang akan dilaksanakan dari tgl 22 sd 26 Januari 2020

Sambutan Ibu Melati Surya Dharma ( Anak Alm Suprapto Surya Dharma )
“Saya sebagai Anak akan selalu mengenang daripada Sejarah Orang Tuanya yaitu Alm Suprapto yang selalu dekat dengan budaya dan alam serta mempelajari kebudayaan leluhur. Mengucapkan terima kasih kepada kepada Kab.Tuba Barat yang telah menggagas kegiatan Megalithic Millenium Art” ini dengan memajukan budaya khususnya budaya Lampung di Kabupaten Tuba Barat
Dengan mengucapkan Puji sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan yang pada hari ini telah dapat hadir di Acara bertajuk Kebudayaan dalam Megalithic Millenium Art di Kab.Tuba Barat.

Mengapa ada salah satu manusia yang hadir berasal dari belahan bumi utara dan Selandia baru yang lain Saya tidak hafal dan beliau mewakili manusia bagian utara untuk hadir di tubaba yang menjadi bagian dari bumi bagian selatan
” Hari ini kita berada di pusaran kota Budaya Ulluan Nughik  dengan arti Ulluan berarti atas terus kemudian Nughik berarti kehidupan kita berada di kota awal dari kehidupan adalah awal dari kehidupan sebuah kota yang diniatkan menjadi kota budaya berbasis ekologi terhadap niat dan visi itu bapak alm Suprapto suryodarmo ingin merespon dari visi besar yang dimiliki oleh tubaba oleh karenanya beliau mengajak seluruh ilmuwan seluruh budayawan seluruh seniman yang berasal dari seluruh dunia yang khususnya yang tergabung di dalam kelompok joget Amerta untuk hadir ke tubaba

– Dalam merespon keinginan kita semua untuk menjadikan tubaba atau khususnya kota ini sebagai Kota budaya yang berbasis ekologi dalam rangka memperkuat itu semua kita telah menyusun langkah dan strategi yang pertama mungkin ini agak lebih menyentuh kepada wilayah-wilayah yang mitologi dan filosofis bahwa di tempat ini telah lahir sosok makhluk yang secara khusus kami sepakati dengan nama bunian disebut makhluk sosok makhluk yang nantinya akan menjaga pepohonan akan menjaga sumber sumber air ini yang ada di Kab.Tubaba.
Mungkin tutur ini nanti akan menjadi skema pembelajaran di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang ada di tubaba kenapa lahir bunian di tempat ini karena sama-sama kita tahu bahwa dalam konsep-konsep mitologinya orang Lampung kita tidak mengenal konsep Pandawa kita hanya mengenal konsep Kurawa yaitu jadi orang Lampung mengajarkan kebaikan mengajarkan tentang kebaikan dengan banyak menyebut hal-hal yang dalam kata keburukan  misalnya contoh orang pagar dewa mengatakan kata duguk
maka kita jangan berbuat buruk Kita harus melakukan kebaikan setelah orang Lampung itu berbuat baik yang apa menjadi sebutan  ternyata tidak ada sebutan orang yang berbuat baik di tanah Lampung ini nggak ada kenapa hal itu terjadi karena bagi orang Lampung baik itu adalah kewajiban tidak perlu dihargai jadi berbuat baik sesama manusia itu adalah kewajiban nggak perlu diagung-agungkan masa sekarang
– Rasanya penting bahwa kebaikan itu dalam dalam tanda Kutip harus kita sebarluaskan kepada orang lain sehingga kebaikan yang kita tanam ini bisa benar-benar meluas di tanah yang kita cita-citakan ini oleh karenanya sekali lagi sharing time megalitikum Ini adalah sebuah gagasan yang digagas hasil diskusi dengan almarhum Bapak Suryodarmo yang ketika itu beliau meresponnya dengan sangat cepat dan bahkan sampai pada titik beliau menentukan ada satu titik yang musti digagas di Tulang Bawang Barat
– Di dalam sharing time ini kita juga ingin memberikan sebuah tanda yang nantinya akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang kiranya setelah stonhenge 5000 tahun yang lalu rasanya manusia jarang menggagas tempat-tempat yang bersifat megalitikum oleh karenanya kita ingin menandai relasi hubungan manusia dengan alam ini dengan sebuah tanda yang kita tempatkan di sebuah konsep mitologi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam menjaga pepohonan menjaga sumber-sumber air menjadi agar bantaran sungai dan lain sebagainya yang intinya adalah bagaimana menjaga hubungan relasi manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta
– Mohon dukungan kepada seluruh warga masyarakat Arab mohon dukungannya Mohon doanya agar kiranya ini bisa benar-benar menghasilkan sebuah pemikiran yang berguna bagi khususnya di Kab Tubaba dan bagi alam semesta yang kita cintai ini .
Berbagai rangkaian  kegiatan selesai ,dilanjutkan Kegiatan Tamu Undangan dan Tim Penyaji melaksanakan kunjungan menuju las Sengok Tiyuh Karta dan Situs Patung Megouw Pak dengan situasi aman,tertib dan Kondusif.(Alb ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *