Pendidikan Dilamtim Tercoreng Ulah Video Oknum Guru Tendang Kepala 5 Siswa Dihadapan Murid Lainnya

BERITA TERKINI Hukum dan Kriminal LAMPUNG Lampung Timur PENDIDIKAN
Kamu Bisa Download ini:

LAMPUNG TIMUR (Pena Lampung) – Beredar video seorang oknum guru wanita yang berinisial YN telah memperlakukan kekerasan terhadap 5 anak muridnya dengan cara menendang kepala mereka lantaran terlambat masuk kelas saat jam belajar, Sabtu (28/09/2019).

Telah diketahui, kelima siswa itu sedang duduk dibangku kelas delapan, Sekolah Menengah Pertama disalah satu SMP N dikecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur.

Saat diwawancarai media dikediamannya, salah satu wali murid yang berinisial IH menceritakan kejadian yang menyakitkan perasaannya, menurut versi cerita dari anak yang telah dia besarkan itu.

Dirinya mengatakan,”karena kamar mandi siswa lingkungan sekolah sangat kumuh dan mengeluarkan aroma bau tidak sedap, pada saat jam istirahat siswa tersebut keluar bertujuan membuang air besar (BAB, red) di masjid luar lingkungan sekolah dan ditemani teman lainnya.

Pada saat siswa itu selesai buang air besar dimasjid luar lingkungan sekolah, mereka langsung kembali ke sekolah dan ternyata sudah masuk, jam istirahatnya habis.

Puncak kemarahan oknum guru itu, pada saat jam istirahat sudah habis, namun masih banyak muridnya yang belum masuk kelas sehingga oknum guru tersebut mencari para siswa yang belum masuk, namun siswa yang di dalam kelas justru Ikut keluar kelas.

Anak saya itu tidak bolos, anak saya dari kelas 1 belum pernah dapat surat peringatan (SP) ataupun teguran dari pihak sekolah, kemaren saja kepala sekolahnya tanya, berarti anak ibu biasa saja, saya jawab iya,,, biasa saja.

Perlu diketahui, siswa yang berjumlah 5 orang anak itu sebenernya belum pernah mendapat teguran atau surat peringatan dari pihak sekolah,”mereka berlima itu belum pernah mendapatkan SP atau teguran dan panggilan wali murid, belum pernah sama sekali,”kata wali murid

Baca Juga :  Bejat,,,,!!!! Ayah Tiri Tega Menyutubuhi Anaknya Yang Masih Dibawah Umur

IH menceritakan,”anak saya itu kalau dirumah saja, kalau dibentak saja sudah diam, orang tuanya tidak pernah main fisik, dipanggil ayahnya kalau dia merasa salah dia sudah diam,”ceritanya

Setelah kejadian itu, siswa tersebut psikologisnya langsung drop, dan tidak berani bercerita kepada orang tuanya, orang tua mengetahui anaknya mendapatkan perlakuan kekerasan fisik itu setelah menonton Video yang diberi tahu oleh orang lain.

Semenjak mendapatkan perlakuan kasar dan kurang mendidik itu, siswa tidak berani sekolah dan merasa malu bila dilihat teman-teman kelasnya.

Kelima siswa itu bukan hanya ditendang kepalanya oleh oknum guru tersebut, sempat dihukum Pus Up lalu di injak badannya oleh oknum guru PKN itu, dan sampai saat ini oknum guru tersebut belum mengunjungi kediaman wali murid siswa tersebut untuk meminta maaf.

Harapan orang tua siswa, oknum yang mengajarkan mata pelajaran Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN) yang notabenya mendidik dan mengajarkan tentang moral bisa lebih mencontohkan sikap baik cara mendidik terhadap siswa-siswinya dan tidak ada korban kekerasan selanjutnya.

,”kasian anak-anak itu, beban mental,,, namanya juga anak-anak perlu bimbingan dan perlu pendidikan,”lanjutnya

Wali murid itu mengungkapkan,”saya seorang ibu yang merasa melahirkan dan hingga besar ini belum pernah main fisik terhadap anak saya, ini kok malah anak saya ditendang gitu kepalanya sama guru, bila mengingat itu rasanya sangat sedih,”ujarnya dengan raut wajah ingin menangis.

Beredar informasi, saat ini oknum guru wanita yang melakukan kekerasan terhadap 5 siswa itu  yang seharusnya mengajarkan mata pelajaran tentang moral terhadap para muridnya, yaitu Pendidikan Kewarga Negaraan (PKN) sudah di dengar oleh pihak kepolisian, Polsek Pekalongan.

Hingga diterbitkannya berita ini, belum ada tindakan tegas dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur terhadap oknum Guru tersebut. (Eri)

Baca Juga :  Mencegah Tindakan Kriminal, Polsek Sekampung Berhasil Amankan Puluhan Botol Miras
Kamu Bisa Download ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *