Satreskrim Polres Tulang Bawang Ungkap Pasutri Penyedia PSK Anak di Bawah Umur.

BERITA TERKINI Hukum dan Kriminal KABIRO PENA LAMPUNG LAMPUNG Tulang Bawang

Penalampungnews.com

Tulang Bawang – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulang Bawang, berhasil mengungkap dua orang pelaku tindak pidana perdagangan orang yang terjadi di wilayah hukumnya.

“Dua orang pelaku tersebut, merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial SI (27), pria, dan SF (24), wanita, mereka merupakan warga Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Kapolres Tulang Bawang, AKBP Andy Siswantoro, SIK, saat melakukan konferensi pers, bersama Kasat Reskrim, AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, Kasi Propam, Ipda Poniran, PS. Kanit Resum, Bripka Hade Pirmanto, SH dan PS. Kanit PPA, Bripka M. Fachri Husnan, SH, pada Rabu (29/7/2020) siang tadi, sekira pukul 12.30 WIB, di Mapolres setempat.

Kapolres menjelaskan, pasutri pelaku tindak pidana perdagangan orang ini, ditangkap oleh Satreskrim, pada hari Minggu (19/7/2020), lau, pukul 01.00 WIB, di salah satu rumah kontrakan yang ada di Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung.

Baca Juga :  Selain Umat Muslim, Kini Giliran Umat Hindu Melakukan Perjalanan Rohani

Adapun peran dari masing-masing pelaku yaitu SI, bertugas mengantar dan menjemput korban untuk bertemu dengan pelanggan, di salah satu hotel yang ada di Kecamatan Banjar Agung.

Sedangkan SF, merupakan mami dan mendapatkan uang tips dari korban setiap kali habis berkencan dengan pelanggannya.

“Uang tips yang diterima oleh pelaku SF ini bervariasi, mulai dari Rp. 50 ribu hingga Rp. 100 ribu untuk setiap kali korban berkencan dengan pelanggannya,” jelas AKBP Andy.

Pasutri ini telah mempekerjakan tiga orang anak yang masih di bawah umur untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK), yang mana masing-masing PSK tersebut memiliki tarif yang bervariatif mulai dari Rp. 350 ribu hingga  Rp. 500 ribu.

Kapolres menambahkan, terungkapnya kasus perdagangan orang ini setelah petugas mendapatkan informasi di media sosial (Medsos) berupa facebook (FB) tentang adanya anak di bawah umur yang menjajakan dirinya sebagai PSK.

Baca Juga :  Bupati Tuba Hadiri Rapat Paripurna DPRD Tahap II Raperda PP APBD Tuba TA.2019

“Setelah diselidiki oleh petugas, ternyata FB tersebut merupakan milik salah satu korban yang diperkerjakan oleh pasutri berinisial SI dan SF,” tambah AKBP Andy.

Dari tangan pasutri ini, berhasil disita barang bukti (BB), berupa handphone (HP) merk Vivo warna biru dan uang tunai sebanyak Rp. 400 Ribu.

Pelaku yang merupakan pasutri saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 88 Jo Pasal 76I Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 (Sahdan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *