LAMPUNGTulang Bawang Barat

Holman, Eks Kepala Tiyuh Bantah Sertifikat Prona Masih Dalam Proses BPN

Tulang Bawang Barat, – Terkait soal pengajuan sertifikat prona milik warga desa Menggalamas kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Mantan Kepalou Tiyuh (Holman-red) berdalih sedang diproses oleh fihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tubaba.

Hal tersebut ditegaskan Holman kepada media group Tubaba di kediamannya di Panaragan jaya, Minggu yang lalu.

Diberitakan sejumlah bahwa sejumlah
Warga tiuh menggalamas Kecamatan Tuba tengah Tuba barat, mempertanyakan kejelasan terkait pengajuan Sertifikat Prona yang hingga saat ini tak kunjung selesai itu hingga saat ini terus mempertanyakan sertifikat milik masing-masing kepada Kepalou Tiyuh yang baru, Solminadi (kalau tiyuh saat ini– red).
Kekesalan warga terkait proses sertipikat perona yang awalnya bisa diajukan secara gratis tersebut ,disampaikan oleh ratusan warga yang mengajukan pembuatan sertifikat tersebut pada beberapa media di tubaba sejak persoalan itu muncul.

Beberapa warga yang mengaku ‘mulai berang’ serta menuding eks Kepala tiyuh lama Holman itu, belum mengurusi bahkan diduga mengabaikan usulan warga itu cukup mendasar, pasalnya warga merasa sudah membayar lunas biaya pembuatan sertifikat prona dimaksud kepada aparatur tiyuh setempat .Akan tetapi hingga kini, sudah hampir setahun lamanya tak kunjung selesai/jadi.

Sementara itu ditempat terpisah Solminadi (Kepalou tiyuh baru), membeberkan bahwa sesungguhnya bahwa usulan pembuatan sertifikat itu, belum ditandatangi oleh Holman (Kepalou tiyuh lama).
Kenyataan ini kian menjadi runyam,
Pasalnya pembuatan sertifikat prona yang memang seharusnya gratis tersebut, masih juga dipungut biaya antara 800 – 900 ribuan per warga,guna memenuhi permintaan Holman melalui RT setempat, alasan
untuk biaya administrasi bagi ratusan lembar sertifikat.

Ironisnya bak pinggul merindukan bulan, hingga saat sudah akan berganti tahun masih belum selesai juga. Bahkan kapan akan segera dibagikan kepada pemilik nyapun MJ (Mak jelas), belum lagi terkait biaya yang dikeluarkan masing-masing warga itu harus berhutang, baik melalui rentenir serta ada yang menggadaikan kendaraan motor mereka. “Kami menggadaikan motor bahkan terkena hutung dahulu kepada para koperasi yang bunganya mencekik leher, demi kelengkapan surat menyurat tanah” ujar suber pada media group.

Kemana lagi kami harus mengadukan persoalan ini,
Karena kepalo Tiyuh setempat yang menggulirkan program sertifikat prona itu, saat ini sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepalou Tiyuh.

Disampaikan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat diminta keterangan beberapa waktu lalu menjelaskan,
” kami atas nama warga kecewa atas sikap mantan kepalo tiyuh yang selalu berjanji kepada warga terkait serterpikat prona yang tak kunjung selesai tersebut, sedangkan masarakat telah di pungut uang 900.000 ribu perorang oleh aparat tiyuh melaluwi RT mereka masing-masing dengan berkedok untu pembayaran pembuatan seterpikat prona. “ungkapnya.

Senada disampaikan (Dr) saat dijumpai dikediamannya menyampaikan, ” sangat kesal kepada pengurus seterpikat perona yang memberikan mereka janji-janji saja, kepada pengurus aparatur Tiyuh setempat yang mengurus sertifikat perona jangan hanya bisa berjanji. Tapi tak kunjung jadi.
Tambah nya lagi mereka akan melakukan tindakan demo bila seterpikat mereka tidak kunjung jadi/keluar”kita akan melakukan demo bila mereka tidak dapat meluarkan seterpikat itu dan kami aka ambil jalir hukum”cetusnya, disampaikan sejumlah sumber pada sejumlah media di Tubaba.(Alb)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button