Pringsewu

Pembangunan Proyek di Lingkungan Disdik Pringsewu Diduga Asal Jadi

PRINGSEWU (PL) – Dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan tidak sedikit anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Agar tidak terjadi kebocoran kucuran anggaran banyak aturan serta sistem yang dibuat,

Namun semangat tersebut hanya jadi narasi untuk dapat ” memainkan” uang negara oleh para oknum dinas terkait untuk kepentingan dan keuntungan pribadi.

Seperti yang terjadi pada pembangunan Laboratorium di beberapa sekolah dasar yang dikucurkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu. Aroma korupsi sangat terasa, hal ini terlihat kasat mata dimulai dari sisi bahan material yang berpengaruh pada kualitas pembangunan serta tidak adanya papan informasi di lokasi pembangunan.

Hal ini dapat dilihat dari proses pembangunan di SDN 1 Sukamulya Kecamatan Banyumas yang diduga dikerjakan asal jadi,, dimana proyek tersebut tidak memiliki papan Informasi sebagai transparasi terhadap publik, disisi lain kualitas pengerjaanya pun patut dipertanyakan, besi Tulangan tiang cor beton menggunakan ukuran yang tidak sesuai bestek.

Saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, Suroto kepada media ini mengatakan bahwa mengenai papan informasi mang belum diberikan oleh pihak kontraktor dan mengenai besi behel yang tidak sesuai ukuran dikarenakan pihak suplyer material kehabisan stok besi behel yang sesuai dengan ukuran.

” Saya hanya kepala tukang mas, kalau material mereka ( kontraktor) yang belanja, memang seharusnya besi yang dipakai ukuran besi 12, tetapi kata pak Iwan (kontraktor) toko bangunannya kehabisan stok besi tersebut, adanya besi 10. Selain itu kita kesulitan membaca gambar bangunan, karena foto copian gambar tidak jelas” ucap Suroso.

Hampir sama yang terjadi di SDN 1 Sukamulya, pembangunan gedung yang berada di SDN 1 Podomoro Kecamatan Pringsewu tidak memiliki papan informasi yang sempat di pertanyakan oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah SDN 1 Podomoro Sri Puryanti mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta pemasangan papan informasi kepada pihak kontraktor namun sampai pembangun hampir selesai hal tersebut tidak terealisasi.

” Memang soal papan proyek sering juga ditanyakan oleh warga sekitar, dan saya sudah sampaikan ke pihak kontraktor Kalau mengenai besik teknik pekerjaan kami pihak sekolah tidak sebegitu paham, Yaang penting kami minta yang terbaik pak,” ucap Sri Puryanti.(Tim)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button