Tanggamus

Penanganan Limbah B3 Puskesmas Rantau Tijang Diduga Langgar SOP

TANGGAMUS (PL) – Penanganan limbah medis di Puskesmas Rantau Tijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus diduga melanggar System’ Operasional Prosedur (SOP) penanganan sampah B3, dimana sampah yang dihasilkan oleh Puskesmas tersebut hanya dibakar layaknya sampah rumah tangga.

Padahal sesuai dengan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 Tentang Tatacara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan LB3 Fasilitas Kesehatan bahwa limbah B3 yang termasuk didalamnya sampah medis harus di musnahkan menggunakan inccinerator. Selasa (5/10/21).

Salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada media ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait penanganan limbah yang diduga diluar prosedur tersebut.

‘” Hanya khawatir saja mas, takut berdampak pada warga sekitar, apalagi masih masa Pandemi, setahu saya sampah dari rumah sakit atau dari Puskesmas ada penanganan khusus,” ucap salah satu warga sekitar.

Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Rantau Tijang Vera Lesmana didampingi Kasi Kesling Ahmad Yakub mengatakan bahwa pihaknya dalam penanganan sampah media sudah sesuai dengan aturan yang ada.

” Saya kan baru menjabat pak, tapi sepengetahuan saya Sampah medis di sini tidak pernah di bakar, yang kemarin dibakar itu obat yang kadaluarsa,” ucap Vera.

Kasi Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rantau Tijang Abdul menambahkan bahwa sampah yang dihasilkan oleh Puskesmas selalu dipilah dalam penanganannya.

” Selalu kami pilah, kalau yang mengandung B3 kami kumpulkan, sedangkan yang non B3 kami bakar, periode Januari sampai September ini terkumpul 35, 8 kg dan sudah di serahkan pada pihak ketiga yang memang mengurusi sampah B3.,” tambah Yakub.

Namun kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) limbah medis yang berada di bagian belakang gedung tampak kontras dengan keterangan dari Vera Lesmana dan Ahmad Yakub.

Limbah medis yang berada ruangan berukuran 2×3 meter dengan pintu yang dibiarkan terbuka limbah tampak berserakan serta banyak tanaman menjalar menutupi sebagian limbah tersebut.

Sedangkan tempat pembakaran sampah yang terbuat dari dinding semen banyak alumunium foil obat, selang infus serta limbah medis lainnya sisa hasil pembakaran. (Tim)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button