BERITA TERKINILAMPUNGLampung Timur

Akibat Penggalian Tanah, Jalan Onderlagh di Desa Adi Warno, Hilang…

Kondisi jalanan Onderlagh didesa adi warno, kecamatan Batanghari, kabupaten Lampung Timur…

Penalampungnews.com_Lampung Timur –

Jalan onderlagh di desa adi warno, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur kurang lebih sepanjang 300 meter di duga  hilang (ikut di ambil tanahnya, red) “akibat penggalian tanah yang di lakukan oleh salah satu warga setempat yang bernama Udin pemilik alat berat jenis Exsapator, lebih di sayangkan lagi jalan tersebut sudah bertahun tidak juga di perbaiki, padahal jalan tersebut satu-satunya jalan akses menuju pondok Nurul Furqon milik masyarakat setempat yaitu KH. Hasyim.

Saat di wawancarai Kiyai Hasyim di kediaman nya pada, Kamis (28/09) menjelaskan,”waktu itu orang itu butuh tanah dan harga tanah itu per rit di bayar 5 ribu, ya udah ambil saja di samping masjid itu di ratakan saja tanah nya karna tanah dekat masjid itu kan tinggi, tapi untuk jalan saya tidak bertanggung jawab ya,”jelasnya

,”terus untuk masalah ijin orang itu sudah bilang ke pak Lurah, kata pak lurah gak papa, terus waktu itu lurah kesini, pak lurah nya bilang katanya untuk yang bertanggung jawab sini (pihak pondok, red) nah terus masalah itu malah buang-buangan, dia bilang ke pak lurah untuk jalan pihak pondok yang bertanggung jawab, sedangkan dia bilang di sini dia sudah ijin sama pak lurah,” tambahnya

Dan lebih parahnya lagi ternyata jalan onderlagh yang menuju pondok tersebut tanahnya juga di ambil sehingga mengakibatkan jalan onderlagh dengan panjang lebih kurang 300 meter tersebut seolah-olah tidak ada jalan onderlagh.

Masih menurut KH. hasim,”na terus waktu itu saya gak tau, kok tiba-tiba mengambil tanah di seberang jalan itu juga, sehingga jalan itu rusak, terus saya marah, setelah itu kami di kumpulkan (berembuk, red) keputusan waktu itu nanti dia akan memperbaiki jalan itu, tapi kenyataannya sampai sekarang tidak di perbaiki juga, dan waktu itu saya mau laporan tapi di tahan dulu, nanti jalan nya diratakan lagi dan di perbaiki,”pungkasnya

Dan pada hari itu juga KH. hasim menghubungi pak lurah untuk datang, namun no HP pak lurah tidak aktif, dan beliau menyuruh anaknya untuk menjemput pak lurah, namun pak lurah sedang rapat.

Di hari yang sama beberapa awak media akhirnya pergi untuk menemui pak Udin pemilik alat berat tersebut untuk menanyakan perihal ijin, beliau mengatakan ada kerja sama dengan pihak desa, dan mengatakan dulu juga ada wartawan nememui dia, dan udin juga berusaha menyuap beberapa media yang ingin konfirmasi perihal tersebut.

Saat di wawancarai Udin dirumahnya menjelaskan,”ya dulu saya pernah komunikasi sama pak lurah, jadi begini waktu itukan saya ada kerja sama sama desa bayar in Come di desa, dulu juga pernah ada wartawan kesini, dulu kan dia komunikasi sama poldes nya gimana caranya lahan ini supaya rata, untuk masalah ijin ya mungkin pak Hasim yang udah ijin,”jelasnya

Untuk perihal ini, dinas terkait wajib meninjau dan menindak lanjuti pengrusakan akses jalan tersebut, dan pak udin pun berusaha menyuap beberapa media yang hendak mengkorfirmasi perihal jalan yang rusak lebih kuran 300 meter. (Eri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button