BERITA TERKINILAMPUNGTulang Bawang Barat

Apa benar?? 24 Orang Penerima PKH di Penumangan lama Diduga Fiktif.

Tulang Bawang Barat,penalampungnews.com

Masyarakat Tiyuh Penumangan lama Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat, pertanyakan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang di duga menjadi keuntungan oknum pelaksanaan di lapangan bahkan data tersebut selama ini diduga banyak yang fiktif.

Bagaimana tidak, data penerima bantuan PKH tersebut awalnya berjumlah 340 penerima sementara disaat penerimaan bantuan dari pemerintah pusat yang berupa beras Bulog data tersebut berjumlah hanya 316 penerima saja. Dengan demikian, sebanyak 24 penerima PKH selama ini didiga masuk kantong oknum tertentu yang menguntungkan dirinya pribadi.
“Kami masyarakat tiyuh penumangan lama ingin mengetahui yang sebenarnya karena dari data yang di peroleh padasaat rapat di balai Tiyuh penumangan lama kecamatan tuba tengah kabupaten setempat ternya hanya 316 dan 24 lebihnya menjadi pertanyaan seriun”jelas sejumlah warga saat pembagian beras bansos beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok yang engan ditulis namanya menjelaskan bahwa data PKH tersebut semuanya aktif dan selama ini tidak ada kendala namun untuk pembagian bantuan beras itu, baru mereka mengetahuinya bahwa data tersebut ada lebihnya dari sekitar 24.” Kalau data dari kami ketua kelompok masing-masing jelas bisa di lihat di lapangan,”kata perempuan ini.
“Iya data tersebut memang aktif semua namun disaat pembagian beras ini memang yang menerimanya 316 KK saja untuk yang 24-nya tempat dan orangnya pun tidak diketahui, dan sudah ada yang pindah serta meninggal dunia,”elaknya.

M. Yusuf, Kabid Bantuan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Tubaba saat dijumpai sejumlah media belum lama ini menyarankan wartawan agar konfirmasi kepada Khoirul Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Tubaba.” Dengan alasan kami tidak memiliki kewenangan yang lebih pantas, terkait persoalan tersebut,”ucapnya.

Dihubungi terpisah, Khoirul, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Tubaba terkesan menutupi persoalan tersebut. Sebab, sebelumnya ia berjanji akan memberikan keterangan kepada wartawan secara langsung. Namun hingga hari ini yang Khoirul janjikan,  malah mengaku sedang berada di pulau Jawa. Hingga berita ini dilansir, tepatnya Sabtu (17/10)  pihak-pihak terkait belum berhasil untuk dimintai konfirmasi lebih lanjud. (**).

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button