BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

CEGAH KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK, LK3 BERSAMA YAMAHA LAUTAN TEDUH ADAKAN GOES TO SCHOOL

Pringsewu (PL) РSedikit berbeda pada hari hari biasanya, kali ini nampak sekali keceriaan terpancar di wajah siswa SD Negeri 1 Gemahripah Kecamatan Pagelaran. Keceriaan tergambar jelas saat mengikuti  kegiatan Goes to School yang di gagas oleh LK3 bekerjasama dengan Dealer Yamaha Lautan Teduh Pringsewu. Kamis (20/02)

Kepala cabang Dealer Yamaha Lautan Teduh Pringsewu Irwan kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan Goes to School mengusung tema “Semua Anak Adalah Anak Kita” bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak untuk lebih mengenal dan menghargai diri sendiri agar terhindar dari sasaran kejahatan seksual.
” Dalam kegiatan ini kami berpartisipasi bersama LK3¬† dalam mensosialisasikan pencegahan kekeasan seksual terhadap anak dengan memberikan pemahaman tentang bagaimana menyayangi serta menghargai dan mampu melindungi diri dari resiko kekerasan seksual pada anak,” paparnya

Irman menambahkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan di 5 titik Sekolah tingkat dasar yang ada di Kabupaten Pringsewu.
“Sebelumnya Goes to School ini sudah kami lakukan di 3 sekolah berbeda, ini yang ke empat, dan besok di SD N Sumberagung, dan intinya kami dari Lautan Teduh pastinya akan terus mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu,” tambahnya.

Mewakili Ketua LK3 Agus Purnomo menambahkan output dari kegiatan adalah salah satu upaya pencegahan dini kejahatan seksual terhadap anak.

” Kami bersama Lautan Teduh memberikan edukasi terhadap peserta didik dengan cara yang menyenangkan yang diselingi dengan permainan agar anak lebih cepat memahami materi yang kami berikan, dengan harapan anak anak mampu melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan kekerasan seksual tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala SDN 1 Gemahripah Sri Supeni mengatakan bahwa peserta yang berjumlah 63 anak cukup antusias mengikuti setiap materi yang diberikan.

” Adanya kegiatan ini, bukan hanya peserta didik saja yang mendapatkan pemahaman serta penguatan, akan tetapi kami sebagai tenaga pengajar juga mendapatkan ilmu positif serta wawasan yang lebih baik dalam rangka mencegah dan menekan kekerasan seksual terhadap anak, ” pungkasya. (Novi Antoni)

Klik Gambar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button