BERITA TERKINIHukum dan KriminalLAMPUNGLampung TimurPolitik

Dana Desa Diduga Kocok Bekem, Pembangun Desa Jembrana Amburradul

LAMPUNG TIMUR (Pena Lampung) – Pekerjaan di desa Jembrana, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur yang dianggarkan melalui Dana Desa 2018 pembangunannya tidak Maksimal. Sabtu (14/09/2019).

Pasalnya, pekerjaan pembangunan yang baru dikerjakan tahun kemaren (2018, red) seperti Onderlagh dan jembatan sudah terlihat layaknya bangunan yang sudah lama.

Bangunan jembatan yang sudah rusak dan tampak menggunakan paralon dan tidak menggunakan besi. Dok : Eri

Sedangkan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Tupoksinya yang sebagai ikut melakukan dan memantau setiap pembangunan tidak di libatkan terkait pembangunan didesanya.

Ketua TPK mengatakan,”kalau terkait bangunan langsung di kepala desa, tau sendirilah di sebrang ini,”ujarnya

Sedangkan untuk pekerjaan pembangunan desa, kepala desa telah memborongkan kepada kepala dusun dengan harga per Meter 65 ribu dan untuk tukang 70 ribu, dan tidak memprogramkan Jambanisasi ditahun 2018.

,”kalau Drainasenya dan jembatan pak lukman yang ngerjainnya, dia kepala dusun cuma dia memang ngambil-ngambil pekerjaan borongan kayak gitu,”lanjut Ketua TPK

Namun TPK sepertinya tidak bisa berbuat banyak, keputusan semua ada di kepala desa,”halah rata-ratalah seperti itu,”tambahnya

Hal senada juga di sampaikan oleh masyarakat desa Jembrana, untuk melakukan pembangunan diduga banyak perangkat desa dan masyarakat tidak dilibatkan.

Masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan,”tidak pernah ada pemufakatan musyawarah setiap mau melakukan pembangunan penggunaan dana desa, ya ke aparaturnya ke masyarakatnya, setiap tanya kadus gak tau, tanya BPD gak tau, untuk pastinya ya tidak tau semua pastinya, kualitas bangunan gak ada yang bagus,”keluhnya

Saat diwawancarai dikediaman kepala desa, dirinya membantah telah di borongkan dan di bayar sesuai Harian Ongkos Kerja (HOK).

Muriyadi hermawanto mengatakan,”pas bangun pakai kerja harian, kalau tukang ada yang 100 ribu, ada yang 95 ribu, untuk kuli ada yang 70 ada yang 80 ribu, dilihat Kualitas orang kerjanya,”ujar kepala desa Jembrana

Namun sangat disayangkan, ketika wartawan sedang mengkonfirmasi terkait dana desa 2018, tiba-tiba kepala desa menuduh Wartawan telah menghubunginya memberikan no rekening dan meminta transferan sejumlah uang.

,”kalian ini informasi dari awal salah, kan sudah nelfon ngasih no rekening,”ujarnya

Namun Kepala desa tidak bisa menjelaskan siapa oknum Wartawan yang telah menghubunginya dan memberikan no rekening kepada wartawan yang sedang konfirmasi kepada dirinya. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button