BERITA TERKINIEkobisLAMPUNGLampung Timur

Di Lampung Timur Gas Kemasan Tiga Kilo Langka

LAMPUNG TIMUR (PL) – Warga di Kabupaten Lampung Timur kesulitan mendapatkan gas subsidi kemasan 3 kilogram. Pasalnya masyarakat desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai mengaku sudah tiga hari tidak memasak di karenakan tidak mendapatkan gas tersebut, Sabtu (16/02/2019).

Mus, warga Desa Margasari di Kecamatan Labuhan Maringgai, mengatakan keluarganya sudah tiga hari ini tidak memasak karena tidak tersedia gas kemasan 3 kilogram baik di pangkalan mupun warung-warung yang menjual sehingga untuk makan sementara waktu keluarganya harus membeli.

“Sudah tiga hari ini saya tidak masak, karena tidak dapat gas,” katanya saat mencari tabung gas kemasan tiga kilogram di salah satu warung yang menjual.

Dia mengaku heran, gas subsidi pemerintah bisa langka dan dan hal itu sudah berlangsung cukup lama.

Warga lainya, yang mencari gas melon pun ke sejumlah warung banyak tidak mendapatkan gas.

Kalau pun ada, hanya di beberapa warung saja. Padahal pada hari biasanya tabung gas di setiap warung-warung yang menjual selalu tersedia.

Sejumlah warung yang mengecer tabung gas kemasan tiga kilogram mengatakan memang kelangkaan itu sudah berlangsung lama, hampir sebulan ini.

Kalau pun pas ada, hanya beberapa tabung saja, dan langsung ludes terjual sehingga banyak warga yang tidak kebagian.

Menurut para pengecer ini yang tidak bersedia disebut namanya, kelangkaan itu terjadi karena pasokan dari agen atau pangkalan tidak lancar, dalam satu minggu hanya dijatah lima tabung gas.

Di sejumlah desa lainya di Kecamatan Labuhan Maringgai, kelangkaan gas kemasan tiga kilogram juga terjadi.

Sejumlah ibu rumah tangga minta pemerintah menormalkan pasokanya.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Lampung Timur Syahrudin Putera saat dihubungi mengatakan belum mengetahui kelangkaan gas kemasan tiga kilogram di sejumlah wilayahnya yang dikeluhkan masyarakat.

Dia mengatakan akan segera meminta dinas terkait seperti Dinas Perdangan untuk melakukan pengecekan.

“Saya belum tahu, belum ada laporan dari Dinas Perdagangan, ini saya baru tahu, nanti saya segera koordinasikan dengan dinas perdagangan dan bagian ekonomi untuk mengecek dan mencari solusinya,” ujar Sekda Syahrudin Putera.(Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button