BERITA TERKINILAMPUNGTulang Bawang Barat

Gara-Gara Tulisan Di Facebook Bawa Isu Suku, Warga Di Tubaba Di Geruduk Massa.

Penalampungnews.com-Tulang bawang barat
Penggunaan media sosial yang salah kaprah menuai ketegangan dan pertikaian. Gara-gara membuat status berbau SARA, nyaris terjadi kerusuhan di Kelurahan Mulya asri Tulang bawang Tengah, Tubaba, Jumat (19/5/2017) malam.

Ratusan massa bersepeda motor dengan emosi datang dari arah Gunung batin, Lampung Tengah berusaha melakukan sweeping mencari salah satu warga Mulya asri untuk dimintai pertanggung jawaban yang telah memuat status SARA di akun Facebook.

Pemilik akun bernama Cipto Rodek (17) warga kelurahan Mulya asri, berisikan kata – kata berbau rasis, merendahkan suku dan asal daerah.
Ratusan warga dari Gunung batin Udik pun tersulut emosi dan beramai-ramai mendatangi pelaku untuk dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya.
Satu warga Gunung batin, Abdul (25), saat memberikan keterangan kepada penalampungnews.com terkait aksi sweeping yang mereka lakukan.
“Ini karena di media sosial Facebook yang berasal dari salah satu warga di Wayabung ini, menghina kampung kami, suku kami dan sekolah kami, makanya kami tidak terima dan mencari pelakunya ke sini,” ujar Abdul.
Melihat pergerakan puluhan sepeda motor dari arah Lampung Tengah menuju Kabupaten Tulang bawang Barat, pihak Kepolisian Resort Tulang bawang segera melakukan pengamanan agar warga tidak melakukan aksi anarkis.

Wakapolres Tulang bawang, Kompol Zulman Topani, usia menenangkan warga, menceritakan kronologis kejadian. Sebelum massa datang pada pukul 19.00 malam salah satu warga mengecek kebenaran berita yang menyatakan menantang warga dari salah satu desa di Lampung Tengah.
“Kemudian setelah dipastikan pengirimnya adalah warga Mulya asari, dari situlah mereka berdatangan ke sini menanyakan hal tersebut, Alhamdulillah anggota kita datang cepat sehingga bisa langsung menenangkan massa,” ujar Wakapolres.

Di hadapan puluhan massa yang didominasi oleh anak muda, Wakapolres didampingi Kepala Desa Gunung batin Udik Agus Sujatmiko, dan Lurah Mulya asri, meminta massa untuk kembali ke rumah masing-masing dan berjanji akan menindak pelaku secara hukum jika terbukti telah melakukan pelanggaran-pelanggaran.

Dari pantauan penalampungnews.com pada pukul 22.45 usai diberikan pengertian oleh pihak kepolisian dan aparat pemerintah Desa masing-masing, warga pun membubarkan diri menuju ke rumah masing masing tanpa melakukan aksi anarkis.
(Robi/Helmi)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button