BERITA TERKINILampung Timur

Kades Kebon Damar Beralih Profesi Sebagai Pengesup Pasir dan Memiliki Tambang Pasir ilegal… 

[su_animate type=”fadeInRight” duration=”2.5″ delay=”1.5″][su_label type=”success”]Penalampungnews.com | Penulis Terpercaya[/su_label][/su_animate]
Lampung Timur |Kepala Desa Kebon Damar kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur mempunyai tambang pasir dengan dalih untuk membuat kolam ikan, sedangkan masyarakat kepala desa itu sendiri dulu pernah mempunyai tambang pasir namun kades tersebut marah-marah dan menyuruh tutup tambang itu dengan alasan tidak di perbolehkan melewati jembatan PU.

Masyarakat yang enggan di sebutkan namanya mengatakan pada, Sabtu (07/07/2018),”lokasi tambang pasir milik pak giar di Dusun 4, setiap hari ada sekitar sepuluh mobil yang masuk, itukan ngelewatin jembatan PU, waktu itu masyarakat situ mengambil pasir kan tidak di perbolehkan sama pak lurah, sampe ngamuk-ngamuk, pasir sudah di muat di mobil di suruh di turunin lagi, akhirnya di portal jembatan itu, dulu kan UPTD masih pak suratno sekarang ganti pak Suratman orang mandala sari,”jelasnya

Bahkan kepala desa tersebut sudah pernah ditegur oleh pihak PU, namun kepala desa kebon Damar membantah nya dengan alasan proyek desa, bahkan portal yang sudah pernah terpasang di jembatan PU di lepas oleh orang-orangnya kepala desa kebon Damar.

Lebih lanjut masyarakat itu menceritakan,”pak lurah sudah di tegur sama orang PU, namun tanggapan pak giar alasannya pasir itu untuk proyek desa, jadi petani sana ngeluh nya seperti itu, kenapa dulu mereka yang ngambil pasir gak boleh sekarang pak lurah nya kok malah bebas gitu lho, dulu alasan pak lurah tidak memperbolehkan kan di bawah jembatan saluran irigasi, takutnya jembatan nya amblas, irigasi nya rusak dapat merugikan ratusan hektar gak bisa tanam padi, dulu padahal jembatan itu di pasang portal, tapi sekarang di lepas, yang ngelepas orang-orang nya pak giar lah, karena mau ngambil pasir di sana (Dusun 4, red),”bebernya

Menurut masyarakat itu, kepala desa kebon Damar hanya alasan saja untuk membuat kolam ikan, namun yang terjadi kedalaman tambang pasir itu sudah mencapai 7 sampai 8 meter.

Masih menurut masyarakat yang enggan di sebutkan,”kemaren aku tanya sama yang kerja itu kedalaman nya sudah mencapai 7 sampai 8 meter, apa mungkin mau di kasih ikan, di desa itukan di pemukiman di belakang rumah-rumah orang gitu, alasan mereka itu, nanti kalau ada yang tanya alasannya untuk kolam, jadi alasan yang mendasar kan untuk kolam, lokasi pasirnya rata-rata kedalaman nya segitu, informasi kemaren sudah mau beli mesin lagi katanya, tapi gak tau sudah di pasang apa belom, semenjak abis lebaran terus gak hujan banyak banget mobil masuk, tiap hari kayaknya ada mobil sepuluh yang masuk itu,”tambahnya

Saat di wawancarai beberapa media para pekerja penambang pasir tersebut membenarkan bahwa pasir tersebut milik kepala desa.

“Kami di sini hanya kerja, kalau lahan nya milik pak min, namun pasirnya yang mengelola kepala desa,”ungkapnya

Hingga di terbitkan nya berita ini, kepala desa tidak dapat di temui, dan saat di hubungi melalui handphone pribadinya beberapa kali tidak di angkat.

Penulis/Reporter : Eri

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button