BERITA TERKINILAMPUNGLampung TimurPENDIDIKAN

KS SMP Satap 5 Gunung Mulyo,Diduga Tidak Transparan Dalam Pengelolaan BOS dan Bangunan DAK Laboratorium…

[su_animate][su_highlight background=”#cf141c”]Penalampungnews.com[/su_highlight][/su_animate]

Lampung Timur –

Baru menjabat beberapa bulan kepala sekolah SMP SATAP 5 Gunung Mulyo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur di duga telah menyimpangkan dan tidak transparan dalam pengelolaan dana DAK pembangunan Laboratorium dan dana BOS di sekolah yang dia pimpin, dan di tahun 2017 ini SMP tersebut mendapatkan bangunan Laboratorium senilai 200 juta tanpa melibatkan ketua komite dan di ambil alih oleh Kepala sekolah untuk proses prosedur pengelolaan pembangunan, namun anehnya nama ketua komite di cantumkan sebagai Wakil di papan informasi dalam pembangunan Laboratorium yang bernilai 200 juta itu.

,Saat wartawan penalampungnews.com ini dan di dampingi beberapa media lainnya untuk mengkorfirmasi mengenai dana BOS dan pembangunan Gedung Laboratorium ke sekolah SMP SATAP 5 Gunung Mulyo Senin, (09/10) Ibu Ketut selaku Kepala Sekolah tidak ada di tempat, dan wartawan media ini berbincang-bincang kepada dewan guru mengenai dana BOS yang ada di kantor, namun seluruh guru yang ada di kantor tidak tau menau tentang anggaran dana BOS, dan jumlah dana yang di terima per Triwulan, dan penggunaan dana BOS  untuk apa saja, pasalnya di kantor dewan guru itu pun tidak ada papan informasi mengenai dana BOS baik dari RPDB (Rencana Penggunaan Dana Bos) maupun RKAS (Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah).

Saat di wawancarai di kediaman Eko selaku ketua komite, Senin (09/10) menuturkan,”benar saya ketua komite nya, cuma yang mengatasi bangunan itu bukan saya, untuk pengambilan dana mungkin kepala sekolah, saya gak tau pastinya, kalau MoU waktu pengajuan pada jaman kepala sekolah pak usup (kepala sekolah sebelumnya, red) pas dana turun saya gak tau dan tidak tanda tangan, (pencairan dana DAK, red),”ungkapnya

,”Kalau rencana pembangunan itu sudah lama, begitu pak usup mau hengkang atau mau pindah pak usup ngasih kabar saya, pak kemungkinan dalam waktu dekat pengajuan laboratorium itu mau turun, tapi itu sudah di bu Ketut (kepala sekolah yang baru, red),”kata pak usup”, kalau pun ada saya dia nanti pasti kebingungan dia seolah-olah kan saya bodoh, saya seneng kawan-kawan mau dateng terus ngurus itu kan, artinya biar dia punya perhatian jadi komite ini jangan di jadikan kalau ada anak berantem aja, kalau ada permasalahan dengan wali murid aja kan gitu, dan alhamdulillah sepeser budek, bahkan dari itu saya gak pernah nerima, saya gak pernah nerima honor,”tambahnya

Dan saat wartawan media ini menghubungi via telfon kepala Sekolah tersebut pada Jum’at (13/10) mengatakan,”yang menyelenggarakan bangunan itu kan orang dua saya dan pak jakaria, pak komite juga ada dia sebagai wakil, karna saya anggap dia kurang mampu akhirnya kami cuma ber dua yang menyelesaikan semua nya, tapi bukan menyampingkan ketua komite, karna dia sudah menangani baju (seragam, red) dan menangani PIP (Program Indonesia Pintar),”jelasnya

,”karna sudah terlanjur bangunan itu jadi karena kekeliruan saya tidak menjadikan komite sebagai ketua saya siap di penjara, anak-anak saya jauh jadi gak tau mereka, kita kan kalau berfikir saya kalau melangkah satu jangka kebenaran nya saya foto mas, kalau sudah seperti itu masih ada kekeliruan saya, saya manusia biasa dan saya baru belajar, jadi keterlibatan sejauh mana komite kepada sekolah saya belum paham betul, jadi di situ kekeliruan saya, kalau sampai kekeliruan saya ini diangkat ya monggo saya siap, dan di penjara sekarang pun saya siap,”tambahnya dengan nada emosi

Dan saat di tanyakan mengenai dana BOS yang dimana di sekolahan tersebut tidak di pajang papan informasi dana bos dan dewan guru tidak tau berapa jumlah dana BOS yang di terima kepala sekolah menjelaskan.

“kan kalau dana BOS sudah bisa di lihat siswanya ada sekian dana ada sekian kan udah jelas to, mereka itu males komentar terus terang aja, takut salah mereka memilih menjawab tidak tahu, untuk papan informasi dana BOS ada, cuma mereka tidak mau mencari aja, tugas kita ini banyak, penggunaan dana BOS memang belum saya pajang karena kegiatan segitu banyaknya jadi saya lupa,”jelasnya

Dalam hal ini untuk KA UPTD setempat maupun dinas pendidikan khususnya Kabupaten Lampung Timur agar dapat menghimbau kepada seluruh kepala sekolah yang ada di lampung timur agar dapat transparan dalam pengelolaan dana BOS maupun bantuan-bantuan yang di berikan pemerintah baik bersumber dari APBD maupun APBN.(Eri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button