BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

KUA Pagelaran Kembalikan Biaya Nikah, Kemenag Pringsewu Belum Berikan Sanksi Tegas

PRINGSEWU (PL) –¬†Pemberitaan terkait dugaan pungli yang terjadi dilingkup KUA Kecamatan Pagelaran, berbuntut pada pemanggilan secara tertulis kepada Kepala KUA setempat. Hal ini disampaikan oleh Kasi Bimas Kemenag Kabupaten Pringsewu, Kamarudin, kepada media ini melalui sambungan selulernya, Sabtu (24/4/21).

” Yang bersangkutan (Nasrudin) secara tertulis sudah kami panggil untuk dimintai keterangannya kemarin (Jum’at, 23/4) akan tetapi beliau tidak datang memenuhi panggilan dengan alasan sedang dalam keadaan sakit, kita jadwal ulang Senin besok,” jelas Kamarudin.

Mengenai langkah tindak lanjut dalam upaya menekan pungli yang sering terjadi serta sanksi tegas bagi pelaku pungli di lingkungan KUA Kamarudin belum memberikan jawaban tegas.

“Itu nanti setelah kami mendapat keterangan dari yang bersangkutan, saat ini kan info yang didapat kan baru sepihak,” kilahnya.

Persoalan adanya pungli serta “mensiasati” sistem proses pernikahan untuk keuntungan oknum pejabat KUA bukan kali ini saja terjadi, ada saja alasan yang disampaikan sehingga niat calon pengantin untuk dapat menikah secara gratis terganjal, wal hasil harus tetap menanggung beban biaya bahkan nilainya cenderung lebih besar dari ketetapan yang berlaku. Adakah “upeti” yang mengalir ke bidang yang menaungi karena terkesan ttutup mata serta pembiaran terhadap persoalan yang terus saja terjadi.

Sementara itu, di hari yang sama saat pemanggilan oleh pihak Kemenag, Nasrudin yang mangkir dari pemanggilan tersebut justeru malah mendatangi kediaman Korban Pungli tersebut di Pekon Sukaratu Kecamatan Pagelaran. Hal ini diungkapkan oleh NU orang tua Cantin.

“Benar Jum’at kemarin Kepala (Nasrudin) sama 2 orang pegawainya serta penghulu datang kerumah kami, selain menyampaikan permohonan maaf, mereka mengembalikan uang biaya nikah kemarin sebesar 950 ribu. 600 untuk akad nikah, 300 untuk wali hakim dan 50 ribu uang sertifikat,” ucap NU.

Dikembalikannya biaya nikah tersebut disinyalir ada mainan yang sengaja dilakukan oleh Oknum KUA setempat, bahwa kuat dugaan setiap proses peristiwa pernikahan KUA memainkan sistem, salah satunya menerima pembayaran biaya nikah secara tunai tanpa ada tawaran bagi catin untuk setor sendiri.(Novi Antoni)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button