BERITA TERKINILAMPUNGTulang Bawang

Lagi-Lagi Tak Ada Toleransi,Warga Menggala Dan Jenazah Anaknya Harus Naik Angkot Karna Mahalnya Bayar Ambulance…

Foto dokumentasi :Angkot Yang membawa korban…
[su_animate][su_highlight background=”#cf141c”]Penalampungnews.com[/su_highlight][/su_animate]

Tulang Bawang-Tak Sanggup Membayar Lantaran tarif kendaraan operasional ambulance milik RSUD Demang Sepulau Raya kabupaten Lampung Tengah, provinsi Lampung hampir mencapai 1.9 juta rupiah, jenazah bayi laki – laki berumur sehari dibawa pulang oleh keluarganya memakai Angkot (Angkutan Kota).

Kisah memilukan yang menimpa jenazah bayi malang ini, bermula dari ketidakmampuan pasangan Chandra Pratama (23) dan Ermilia Sari (24) atau warga jalan 4 lingkungan Kibang, kelurahan Menggala Tengah, kecamatan Menggala, kabupaten Tulang Bawang, membayar tarif atau ongkos ambulance yang dianggap terlalu besar untuk membawa jenazah pulang kerumah.

Diceritakan Chandra (Orang tua almarhum bayi), awalnya (Jum’at 6/10) Ia membawa sang istri pergi bersalin ke RSUD Menggala memakai Program BPJS. Tetapi karena kondisi kesehatan istrinya¬† mengkhawatirkan, pihak RSUD Menggala menyarankan keluarga dan dirinya merujuk sang istri ke RS Puti Bungsu (Rumah Sakit Swasta) di kabupaten Lampung Tengah.

” Kemudian setelah menggelar musyawarah keluarga, kami pun menyetujui saran pihak RSUD Menggala untuk merujuknya, sementara untuk biaya mobil ambulance dari RSUD Menggala kami tidak diperkenankan membayar. Selanjutnya pada sore hari atau sekitar beberapa jam berada di RS Puti Bungsu, Dokter menyatakan bahwa istri saya harus di Operasi Cesar. Sayangnya sesudah dilakukan operasi, anak pertama saya (Almarhum bayi) mengalami gangguan kesehatan, lalu oleh pihak RS Puti Bungsu dirujuklah ke RSUD Demang Sepulau Raya”. Terangnya

Setibanya di RSUD Demang Sepulau Raya sambung Chandra, almarhum bayi dilakukan perawatan oleh para petugas medis setempat. Tetapi malang tidak dapat ditolak untung tidak dapat diraih, almarhum bayi menghembuskan nafas terakhir.

“Setelah sampai di RSUD Demang Sepulau Raya, anak saya langsung dirawat sama mereka. Namun Tuhan berkehendak lain, tepat sekitar Jam 1 siang (Sabtu 07/10) nafas terakhir anak saya meninggalkan rongganya”. Tutur Ia dengan nada lirih

Dilajutkan Chandra, karena almarhum bayi telah dipastikan tidak memiliki nafas lagi, pihak keluarga pun bergegas ke bagian pendaftaran RSUD Demang Sepulau Raya untuk mengurus administrasi kepulangan jenazah. Akan tetapi keluarganya tersentak kaget karena disebutkan bagian administrasi, nilai untuk perawatan almarhum bayi biayanya hampir mencapai 3.5 Juta Rupiah. Meski nilai sebegitu sangat berharga, pihak keIuarganya pun tetap membayar administrasi tersebut.

“Meskipun bayinya sudah tiada dan istri bersalin pakai program BPJS, sebagai bentuk tanggung jawab walaupun terasa berat pembayaran senilai 3.4 juta lebih kami penuhi. Lalu untuk membawa jenazah almarhum bayi, kami pun berupaya memakai jasa ambulance yang ada di RSUD ini, lagi-lagi rasa kaget itu melanda sebab tarif atau ongkos mobil ambulance dari RSUD Demang Sepulau Raya – Kota Menggala dengan jarak tempuh kurang lebih 85 KM, nilainya mencapai Rp. 1.894.000 (Satu Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu Rupiah), nilai itu terlampau berat apalagi dana kami tidak ada karena untuk membayar perawatan bayi”. Urainya

Walaupun sang istri pasien BPJS di Operasi Cesar, anak pertama telah tiada, membayar biaya perawatan almarhum bayi senilai 3.4 Juta Rupiah, serta gagal membawa jenazah buah hatinya memakai mobil ambulance milik RSUD Demang Sepulau Raya lantaran tingginya tarif atau ongkos transportasi dimaksud, meski sedih Chandra berusaha untuk tetap tabah menerima kenyataan dan membawa anaknya pulang dengan angkot.

” Pada waktu itu meski perasaan sedih dan tidak menentu, saya berusaha meminta bantu keluarga dirumah untuk mencari mobil yang akan membawa jenazah dari sini (RSUD Demang Sepulau Raya). Akhirnya rasa sedih saya sedikit terobati karena keluarga dirumah mendapatkan pinjaman mobil Angkot, mobil yang dipinjam itu juga tanpa sepengetahuan pemiliknya jika akan dipergunakan untuk membawa jenazah. Mungkin bila pemiliknya tahu mobil itu bakal membawa jenazah, besar kemungkinan tidak diperbolehkan. Dan tepat hampir sekitar pukul 06 sore atau menjelang waktu maghrib (Sabtu 07/10), mobil Angkot pengangkut jenazah ini tiba dihalaman RSUD, kami pun segera memberangkatkannya ke Menggala”. Ucapnya

Melalui pengalaman dirinya, tambah Chandra, Ia berharap seluruh pemerintahan di provinsi Lampung untuk dapat mempertimbangkan seluruh aturan pembiayaan yang dirasakan berat oleh masyarakat, baik berupa aturan pembiayaan tentang kesehatan maupun tentang pembiayaan lainnya.

” Khususnya biaya tentang kesehatan, kami benar-benar berharap untuk dapat lebih diperingankan lagi”. Pintanya

Masih pada waktu yang sama , salah satu petugas administrasi RSUD Demang Sepulau Raya yang mengaku bernama Teti, ketika diminta penjelasan terkait tarif transportasi ambulance dari RSUD Demang Sepulau Raya – Menggala senilai 1.8 Juta Rupiah lebih ini, membenarkan jika tarif tersebut terdapat di RSUD setempat.

” Tarif dari Bandar Jaya ke Menggala Rp.1.894.000 (Satu Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu), ya diwajibkan”. Ujarnya Teti lewat sambungan telepon

Lebih lanjut saat dimintai toleransi dari pihak RSUD Demang Sepulau Raya mengenai perihal tersebut, Teti yang merupakan petugas administrasi RSUD itu menyatakan tidak tahu, dan melontarkan perkataan maaf.

“Maaf ya pak, kita juga tidak tahu, karena itu prosedurnya Rumah Sakit”. Katanya petugas RSUD Demang Sepulau Raya ini pada salah satu anggota keluarga almarhum bayi.

Pewarta:(Joni)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button