Aspirasi PublikBERITA TERKINIHukum dan KriminalLAMPUNGLampung TimurNasional

Mencari Keadilan Dinegri +62, Datang ke Jakarta Meminta LAPAS Sukadana Di Investigasi

JAKARTA (Pena Lampung) – Cerita pilu Baskoro, warga Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur korban penipuan yang otak pelakunya diduga dikendalikan dari dalam Lapas Sukadana saat mencari keadilan di Jakarta, Rabu (19/02/2020).

Pria yang memiliki nama lengkap Basuki Adi Baskoro itu merasa sulit untuk mencari keadilan di negri Indonesia, dirinya sempat di usir saat ingin bertemu Presiden.

Dia menceritakan,”sangat sulit, bahkan saya di usir suruh pindah ke taman padang depan monas di mintain surat ijin segala, padahal saya bukan mau demo tapi mengadu, mereka foto dan minta data saya, saya di kawal TNI dan Polisi,”ceritanya melalui pesan WA kepada wartawan media ini

,”saya di minta surat ijin unjuk rasa, kan lucu orang mau mengadu kok, ternyata sulit mencari keadilan di negeri indonesia, tapi saya gak akan berhenti berjuang, kalo seminggu  ini ga ada reaksi maka minggu depan saya akan jalan kaki lagi dari lampung ke jakarta, mungkin sendiri Kasian anak nantinya,”lanjut pria yang sering disapa Baskoro

Basuki Adi Baskoro meminta kepada pemerintah pusat agar menginvestigasi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukadana di Lampung Timur karena dia menduga ada oknum yang terlibat di dalamnya.

,”selama keadilan tidak di tegakkan saya gak akan diam, terutama investigasi total lapas sukadana, karna saya sangat yakin ada oknum ikut bermain dengan sindikat ini, Insyaallah  saya sudah siap lahir batin berjuang demi kebenaran,”kata Baskoro

Warga Lampung Timur itu sudah lima hari berada di Jakarta, selama dirinya di Jakarta dia sudah menyambangi kantor Kementerian Hukum dan Ham, Dirjen PAS, Kantor redaksi Tv One dan DPR-RI.

,”5 hari di Jakarta, sudah ke kemenkumham di terima dirjen ham, Ke dirjen pas, ke tv one di terima humas (mas ano), ke DPR  hanya di pos,”tutup nya

Atas kasus itu, Kepolisian Resort Lampung Timur telah menetapkan lima tersangka diantaranya, dua sudah menjadi tahanan Polres Lamtim dan tiga pelaku lainnya yang diduga menjadi otak pelaku jaringan dalam lapas sudah menjadi warga binaan Lapas Sukadana.

Pria itu menggantungkan selembaran triplek di punggungnya yang berisi tulisan,”BPK PRESIDEN yang TERHORMAT saya dari LAMPUNG TIMUR korban penipuan dari dalam lapas saya merugi 110 juta paak. Itu uang orang paaak…!!!saya di tagih yang punya uang pak, dan saat ini saya gak punya apa² pak, kenapa napi bisa pegang HP pak, kalau sudah begini siapa tanggung jawab siapa balikin uang saya paak… TOLONG paaak TOLOOONG…usut dan investigasi paaak…Lapas Lampung Timur paaak…jaringan mereka banyak paaak…korban sudah banyak sekali paaak…
#BERANIkarenaBENAR
*Pejuang keadilan*

Sedangkan triplek yang diatas kepalanya bertuliskan,”SAYA KORBAN PENIPUAN DARI DALAM LAPAS…!!! INGIN BERTEMU Bpk PRESIDEN,”tulisnya. (Eri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button