BERITA TERKINILAMPUNGLampung Timur

Modus Umroh Nenek dan Cucu Warga Pakuan Aji, Sukadana,Tipu Warga Bandar Lampung…

Lampung timur, Penalampungnews. Com_Bermodus seolah mau mengikuti umroh dengan menjual tanah miliknya seorang nenek bernama Masning ( 65) di Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur dan cucunya Rio Ansori (25) melakukan penipuan dengan korbannya.

 

Akibat dugaan penipuan itu Masning dan Rio Ansori di somasi oleh pengacara korban dari LBH Transformasi Hukum Indonesia. Dalam somasi No. 038 /Somasi/ LBH- THI/ VII tanggal 27 Juli 2017 meminta agar Masning dan Cucu nya Rio Ansori bertanggung jawab terhadap pengambilan uang senilai Rp 50 juta sesuai kwitansi tanggal 16 Desember 2016.

Menurut Wira, SH dari LBH THI, kejadian berawal dari Masning dan Rio Ansori menemui korban Suryo(45) warga Way Halim, Bandar Lampung ingin menjual tanah miliknya di desa Pakuan Aji, Sukadana, Lamtim senilai Rp 50 juta karena kebutuhan untuk melaksanakan umroh.

Bahkan Masning dan cucunya Rio Ansori kepada korban menyanggupi mengurus surat menyurat tanah miliknya yang dijual tersebut. Karena kebetulan tanah milik korban lokasinya bersebelahan dengan tanah yang dijual oleh Masning.

Namun apa daya setelah uang di terima beserta AJB tanah milik korban dan dokumen dokumen, ternyata nenek dan cucunya tersebut tidak pernah kembali lagi, bahkan saat di datangi oleh korbannya di Desa Pakuan Aji, Sukadana, Lamtim rumahnya telah kosong.

” Kami mensomasi Masning dan Rio Ansori cucunya agar bertanggung jawab sebelum kami melaporkam dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan nenek dan cucu tersebut. Namun apabila tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan perbuatan mereka, akan kami laporkan ke Polda Lampung dengan tuduhan pasal 378 KUHP dan 372 KUHP atau penipuan dan penggelapan.
” Untuk nenek Masning agar ingat lah kepada umur yang sudah sepuh agar bertobat mumpung masih diberi kesempatan oleh tuhan,” akhir Wira, SH.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button