BERITA TERKINILAMPUNGLampung TimurPENDIDIKAN

Oknum Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Metro Diduga Menjual Aset Negara

METRO (PL) – Material bangunan yang merupakan aset Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Metro diduga dijual. Diduga ada oknum di SMP Negeri 3 Metro yang bermain dan menjual material aset negara, mulai dari balok usuk dan atap genteng tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Lusi Andriyani, selaku kepala sekolah SMP Negeri 3 Metro mengatakan tidak tahu menahu soal penjualan material aset negara tersebut. Dia mengaku, aset tersebut sudah dimusnahkan.

“Dijual kemana saya gak merasa jual kayu. Saya tidak merasa menjual kayu. Kalau memang saya jual, jual kemana siapa pembelinya,” katanya.

Menurut Lusi. Material tersebut sudah dimusnahkan dan dia mengaku sudah mendapat izin dari Dinas Pendidikan setempat.

“Itu diambil langsung dihancurkan, kita ada fotonya, ada buktinya. Barang-barang diambil, itu dihancurkan di 21 itu memang sudah tidak layak pakai,” kata Lusi ketika dikonfirmasi, Selasa 19 Februari 2019.

Menurut Lusi. Penghancuran aset tersebut sudah diketahui Dinas Pendidikan Kota Metro. “Kalau dinas sudah tahu. Foto-foto (penghancuran, red) kemarin kan sudah kami kirimkan,” dalihnya.

Ketika ditanya, mengenai sanksi jika oknum SMP Negeri 3 Metro terbukti menjual, Lusi mengatakan akan berunding terlebih dahulu.

“Saya musti ini dong. Saya harus berunding dulu dong. Dengan tim yang di sini, saya tidak bisa memutuskan. Bagaimanapun saya punya tim di sini, artinya saya memang tidak merasa menjual genteng dan kayu,” ujarnya.

Dari investigasi, wartawan Team media Genteng material SMP Negeri 3 Metro sudah dijual dan dipasang oleh pembeli. Pembeli yang namanya masih dirahasiakan mengatakan, genteng yang dipakai adalah bekas bangunan SMP Negeri 3 Metro.

Ketika ditanya genteng berasal darimana, pembeli mengatakan dari SMP N 3 Metro. “Genteng bekas SMP 3. Tukune bedolah (harganya, red),” kata pembeli tersebut.

Ketika ditanya mengenai proses pembeliannya, dia mengatakan mengangkut genteng tersebut sendiri. “Ngangkut dewelah. Enek sekitar rong ewu (d angkut sendiri ada sekitar dua ribu genteng, red),” katanya.

Salah satu sumber mengatakan, “nganternya juga malem kok. Ini disikatin lagi (genteng, red). Ini sekali bawa kok,” ujarnya.

Penulis/Reporter : HanafiĀ 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button