BERITA TERKINILAMPUNGPENDIDIKANTulang Bawang

Oknum Kepsek SMP N 1 Gedung Meneng Jadikan LKS Ajang Bisnis dan Terindikasi Tileb Dana BOS 5%…

Penalampungnews.com-Tulang bawang,
Sangat disayang kan ulah oknum kepala sekolah Smp N 1 gedung meneng bernama Rahmadin  tingkah pola atau kinerja nya berani melawan arus petunjuk  pemerintah pusat dan daerah, khusus nya bidang Pendidikan seperti, saat ke tiga kalinya awak media Penalampungnews.com turun ke lokasi sekolahan tersebut,sabtu (19/08/2017) dari awal kunjung  sampai kunjungan ketiga terlihat dengan jelas plafon ruang kelas,ruang kantor,ruang guru dan ruangan lain nya terlihat jelas sampai barat borot alias bolong-bolong,besar dugaan.dana BOS lima persen khusus untuk perawatan sekolah tidak pernah di realisasikan contoh  pembuktian gambar hasil kontrol saat kunjung sekolah ,terlihat jelas, cat bangunan  masing-masing ruangan tersebut  sangat pudar dan suram, ironis nya kepala sekolah tersebut di duga telah sengaja memain kan jurus jitu nya mungkin jurus KKN (korupsi kolusi nepotisme) dengan dalih Tileb sebagian dana bos yang pos nya untuk perawatan sekolah yakni dana BOS lima persen  semasa kepsek jabat, sangking tamak dan telatenya oknum kepsek ini sempat menjadikan tempat belajar negri seperti pasilitas pemerintah atau sekolah,berbisnis atau jual buku LKS (lembaran kerja siswa) kepada murid sekolah kelas tujuh(7) hingga kelas sembilan yang masing-masing kelas terdiri dari tiga rombel yang hitunganya persiswa beli sebelas(11) buku mata pelajaran dengan harga Rp. 110 ribu,pasal nya oknum kepsek tersebut sudah menjadikan sekolah ajang bisnis LKS.

di konfirmasi wartawan, beberapa wali murid selaku nara sumber menjelas kan” kami kan tidak tau pak masalah buku LkS itu sudah ada larangan dari pemerintah,untuk di jual kan oleh pihak sekolah terhadap anak kami selaku murid dan kami tidak tau bahwa di sekolahan sudah ada buku penunjang yang di danai oleh pemerintah melalui program BOS, maka kami turuti apa keiginanan anak kami” pungkas nara sumber.

terkadang diantara kami wali murid ada yang siap ngurangi jatah beli beras,ada juga yang ngutang dulu uang tetangga demi anak kami bisa jadi anak yang pintar,siap berkorban kami pak,berarti yang salah kepala sekolah nya ya pak?ungkap wali murid.

Lebih jauh beberapa wali murid kelas 7 hingga kelas 9 mengungkapkan “kami satu murid masing-masing beli sebelas buku LKS dengan harga satu buku rp 10 ribu dan total keseluruhan sebelas buku mata pelajaran seperti buku PKN,agama,MTK,penjas,IPS dan lain-lain kami bayar Rp.110 ribu dan uang itu kami bayar dengan suryadi selaku guru di sekolahan ini”jelas beberapa murid sebagai nara sumber.

Di waktu yang sama,Rahmadin selaku kepala sekolah SMP N 1 gedung meneng saat di konformasi via ponsel dengan nada menggerutu serta kebakaran jenggot ternyata si kepsek yang satu ini berani memaki pihak wartawan,seraya berkata
“yang benar dulu kamu helmi,setiap kamu masuk sekolahan saya, kamu selalu konfirmasi tanya itu lah dan inilah, pungkas rahmadin kepsek, kalau kamu mau ongkos nanti ada yang saya suruh carikan uang” kalau kamu tidak mau terserah kamu beritakan saja silakan, biar saya di pecat jadi kepala sekolah sambung nya.

Menanggapi hal tersebut ketua LSM GPH (Gerakan Pemuda Hebat) Tropa pratama, S.H berikan komentar nya “oknum kepala sekolah ini sudah melanggar peraturan menteri Pendidikan dan kebudayaan no 75 /2016 tentang komite sekolah pasal 12 ayat 1 dan  oknum kepsek tersebut sudah melakukan Praktik jual beli lembaran kerja siswa (LKS) yang dilakukan oleh pihak sekolah dan bekerja sama dengan Penerbit atau pihak ketiga lainya dan itu sudah merupakan bagian tindak pungutan liar (pungli) dan termasuk tindak pidana korupsi (Tipikor).

(Helmi)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button