BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

PEMBANGUNAN LOS KAKI LIMA REST AREA DIDUGA ASAL JADI

PRINGSEWU (PL) – Pembuatan bangunan los/lapak kaki lima di rest area pekon wates kecamatan gadingrejo kabupaten pringsewu diduga dibangun asal jadi. Pasalnya hasil pembangunan yang rencanannya untuk 50 pedagang kaki lima secara kualitas terlihat tampak buruk, pada dinding serta meja cor semen yang terlihat tidak rapi, juga pada tiang berornamen bambu juga jauh dari kesan rapi hingga mengabaikan estetika, dimana pada bagian bawah tiang bambu tidak dilakukan finishing sehingga pangkal tiang terlihat serabutan. 

Selain itu pada atap yang terbuat dari baja ringan juga banyak terdapat celah (Renggang pada sambungan genteng) serta tambalan mengakibatkan kebocoran saat hujan dan diperparah dengan kontruksi kerangka baja ringan yang terlihat rapuh selain dikarenakan jarak antar kuda kuda yang terlalu renggang dengan jarak lebih dari 1,5 meter, juga tidak adanya siku penguat bagian bawah (Bottom Chord Bracing) antar kuda-kuda. Dan sayangnya lagi, kegiatan proyek tersebut tidak memiliki papan informasi (Plang Proyek),

Salah satu pekerja yang sedang melakukan perapihan, Sabarudin saat di mintai keterangan oleh media ini, Minggu, (23/12) mengatakan dirinya saat ini hanya sendirian sedang melakukan proses finishing (perapihan) bangunan yang diperuntukan untuk pedagang kaki lima tersebut.

” Hanya perapihan mas, tinggal nunggu etalasenya belom dikirim, kalau bangunannya sudah selesai,” ucapnya.
Disinggung soal atap bangunan yang terlihat tidak tapi, sabaruddin menjelaskan bahwa dirinya beserta rombongan pekerja bangunan yang rata-rata berasal dari pekon bulukarto diminta oleh pengawas bangunan untuk memasang atap baja ringan tersebut,

” Karena diminta oleh mandor, akhirnya kami terpaksa menuruti perintah, namanya juga pekerja buruh, dan ini baru pertama kali masang kerangka atap baja ringan, genting pada peot karena kami pasang paksa, karena jarak reng yang kurang tepat, tapi beberapa bagian sudah kami tambal,” ujarnya polos.

Sementara itu, sekretaris dinas Koperasi perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pringsewu Untung Budiono saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya mengatakan bahwa kegiatan proyek tersebut merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan menggunakan APBN Tahun 2018. Senin (24/12) malam.

” itu DAK mas dari APBN, nilainya lebih kurang 400 juta, jika ada yang salah nanti saya sampaikan sama rekanan untuk segera diperbaiki. PPK nya Suhartomo di dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya. (Novi Antoni)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button