BERITA TERKINIHukum dan KriminalLAMPUNGLampung TimurPENDIDIKAN

PKBM Zulfa Dilampung Timur Diduga Motong Dana PIP Muridnya Sebesar 900 Ribu

LAMPUNG TIMUR (Pena Lampung) – Yayasan pendidikan yang berada didesa Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur yang terpampang di plang depan gedungnya yang bertuliskan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) diduga telah melakukan tindakan Kriminal dengan cara melakukan pungutan liar terhadap muridnya, Selasa (17/09/2019).

Menurut informasi dari warga, yayasan pendidikan tersebut telah melakukan pemotongan yang tidak wajar yang diberikan Pemerintah melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Modusnya, pemilik yayasan pendidikan PKBM mengantar muridnya ke Bank untuk pengambilan pencairan bantuan siswa, namun setelah diambil tiba-tiba bantuan tersebut dipotong langsung tanpa memberikan alasan yang jelas.

Warga yang tidak mau disebutkan namanya menceritakan,”mengantar siswa ke Bank, setelah para siswa mengambil dana PIP mereka diajak kewarung makan depan SPBU way jepara, sampai dirumah makan siswa dimintai buku tabungan yang sudah berisi pencairan dana PIP sebesar 1 juta langsung diambil oleh bu Zulfa sebesar 900 ribu, dan buku tabungan dikembalikan kesiswa hanya diberi seratus ribu tanpa memberikan alasan apapun,”ungkapnya

Mendapati informasi itu, beberapa media menyambangi yayasan PKBM untuk mencari informasi kebenarannya, namun sangat disayangkan pemiliknya tidak ada di tempat.

Yulianto mengatakan,”saudaranya operasi di AKA Simpang Sribawono,”ujar bendahara yayasan itu

Perlu diketahui, Bendahara yayasan itu tidak banyak tau tentang yayasan yang dikelola oleh istrinya, dan menurutnya pemotongan itu tidak dibenarkan namun dirinya mengakui adanya pemotongan dana bantuan siswa berupa PIP.

,”setau saya masalah itu sudah selesai, itu gak boleh, mungkin sudah dirundingkan dari awal anaknya sudah kesini,”lanjut bendahara yayasan PKBM

Mirisnya, sebagian murid tidak jadi mengambil bantuan PIP setelah mengetahui adanya pemotongan yang dilakukan oleh pemilik yayasan PKBM.

masih dikatakan Yulianto,”kalian sekolah disini kan tidak ada pembiayaan sedangkan untuk membantu anak yang lain bagaimana, itu sudah di ACC, itu lo,,, gitu, sudah ada kesepakatan awalnya dari anak sendiri, yang lainnya gak jadi ngambil setelah terjadi itu,”tambahnya. (Eri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button