BERITA TERKINILAMPUNGTulang Bawang Barat

Polres Tubaba Sedang Melakukan Penyelidikan Masalah Dugaan Kepsek SMP Aniaya Murid

Tulang Bawang Barat, penalampungnews.com
Sunguh miris se’orang oknum kepala sekolah (Kepse) SMP di kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung, diduga melakukan penganiaan terhadap siswAnya (muridnya) sendiri yang masih dibawah Umur, menggunakan tiang bendera hingga korban mengalami Luka memar.

Berdasarkan informasi yang didapat bahwa korban diketahui berinisial DV berusia 14 Tahun ,merupakan Siswa Kelas dua (2) di SMP Bina desa Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) warga Tiyuh /desa Penumangan kabupaten setempat.

Dari keterangan korban DV,mengaku ,Aksi penganiayaan oknum guru kepada dirinya itu terjadi saat dirinya dari sekolah hendak pulang kerumahnua menggunakan motornya, tiba -tiba di jalan lintas setempat kenderaan (motor) yang dikendarainya nyaris macet (ngadat)
” Ceritanya saat saya dari sekolah hendak pulang ke rumah berboncengan dengan teman saya diperjalanan mendadak motor saya merebet (macet-macet) sehingga saya geber-geber gas untuk guna dapat berjalan lancar pulang sampai dirumah, malah secara tiba-tiba bapak kepala sekolah itu langsung memukul hingga 8 kali dibagian tangan sambil berkata Asu kepada saya .”Terang korban.

Tak terima anaknya di aniaya oleh oknum kepala sekolah tersebut, Budi orang Tua korban langsung mengambil tindakan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian polres Tubaba agar peristiwa yang di alami anak anaknya tidak kembali terjadi Ladi di sekolah tersebut.
” Anak kami pulang dari sekolah pada hari selasa 16 agustus 2022 tiba dirumah menagis dia menceritakan usai di pukul kepala sekolahnya ber-ulang-ulang kali menggunakan tiang bendera ,geram atas tabiat kepala sekolah yang seakan bukannya mendidik anak kami justru, di aniaya diperlakukan seperti itu kemudian kami langsung melaporkan kejadian yang di alami anak kami polres Tubaba.
terangnya.

Orang tua korban menyatakan
Laporan secara resmi tersebut langsung diterima oleh petugas unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) Reskrim polres tubaba pada rabu 17 agustus 2022 sekitaran pukul 11.00.WIB.
” Semua hasil bukti visum sudah kita serahkan di polres tubaba, kita berharap jika pelaku terbukti bersalah dapat diganjari hukuman sesuan undang-undang Hukum yang berlaku.pintanya orang tua korban.

Sementara Ditempat terpisah Aris Sutopo S.Pd. Kepsek SMP Bina Desa setempat saat dikonfirmasi dengan ditemui diruang kerjanya terkait persoalan tersebut beralasan pemukulan itu dilakukannya dikarenakan rasa kasih sayangnya terhadap anak didiknya.
” Kemarin sore saya sudah berupaya untuk menemui kedua orang tuanya menyampaikan permintaan maaf,” atas kejadian kemarin saya lakukan seketika saya ambil bambu bendera saya pukul ke dia, karena dia geber-geber gas motornya,kata dia.

Kapolres Tubaba ,AKBP Sunhot P. Silalahi, S.I.K,melaui kasat Reskrim AKP, fredy Aprisa Putra ,SH.MH.
Via WhatsAppnya pada kamis (18/8/2022) Sekira pukul 15 .00.WIB, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari orang tua yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum kepsek SMP bina desa tiyuh penumangan.
” Iya benar kemarin orang tua dari DV itu sudah melapor secara resmi di unit pelayanan perempuan dan anak (PPA) polres Tubaba,” tuturnya

Kasat Reskrim polres Tubaba menyatakan laporan tersebut saat ini tengah dilakukan penyelidikan dan keterangan saksi yang melihat kejadian
” Kita sedang mengumpulkan saksi untuk dimintai terangannya kemudian barulah kita akan melakukan tahapan pemanggilan kepada terlapor,pungkasnya (tim)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button