BERITA TERKININasionalTulang Bawang Barat

Polsek Tumijajar Dan PCNU Tubaba Sholat Ghoib Untuk Korban Gempa…

[su_animate type=”bounceInDown” duration=”0.5″ delay=”0.5″][su_highlight background=”#cf141c” color=”#f5f2f2″]Penalampungnews.com[/su_highlight] |[/su_animate]

Tulang Bawang Barat_ Jajaran Kepolisian sektor (Polsek) Tumijajar beserta sekertaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulangbawang Barat adakan Sholat ghoib yang dikhususkan untuk korban gempa bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala.

Kapolsek Tumijajar Iptu Aladine Effendi, mengatakan sholat ghoib ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sesama warga Negara Indonesia dan sesama muslim sekaligus mendoakan bagi saudara kita yang wafat semoga huanul khotimah.

“Hari ini jajaran Polsek Tumijajar, Koramil Tulangbawang Udik, sekertaris CPNU, Kodim 0412 beserta jamaah masjid Miftahuk Jannah adakan Sholat ghoib untuk saudara kita yang terkena musibah gempa dan tsunami. “Mudah-mudhan saudara kita semua dapat iklas dan bersabar dalam menghadapi musibah tersebut,” ucapnya usai melakukan shalat dan doa bersama, Rabu (3/10).

Aladine juga menghimbau seluruh masyarakat, khususnya Kabupaten Tubaba bisa mendoakan dan saling membantu antar sesama. “Siapa yang mau menolong orang lain sama halnya mereka menolong diri mereka sendiri, karena kita tahu membantu orang lain itu sangat sulit. Tapi yakin lah siapa yang mau melakukan itu nanti dalam hidupnya menjadi orang besar,” ujarnya.

Terpisah, H. Nurkholis Majid, Sekretaris PCNU Kabupaten Tubaba turut berbela sungkawa atas musibah yang menerpa saudara kita di Palu dan donggala.mudah-mudahan saudara kita bisa sabar, iklas menghadapi ujian dari allah Swt.

Jika dilihat dari berbagai macam kejadian musibah dan bencana alam ini, dapatlah kita ambil iktibar dan pelajaran agar kita jadikan sebagai evaluasi dan Muhadabah diri. “Dimana Kholifah Umar bin khotob pernah mengatakan ” Hasibu anfusakum Qobla an tuhasabu” yang artinya hitunglah dirimu sebelum engkau akan dihitung,” paparnya.

Selain itu, tambahnya, ada tiga hal yang harus kita muhadabah dan evaluasi. Pertama bagaimana ibadah kita, kedua bagaimana amalan kita dan bagaimana harta yang telah kita dapatkan apakah dengan cara yang baik atau sebaliknya. “Begitu pula untuk apa harta kita dan terakhir umur kita dan hidup kita,” terang dia.

“Mudah-mudahan kita semua dijadikan sebagai Mahkluk yang lebih baik dan yang terpenting action arter evaluation yang artinya perubahan dan aplikasi setelah evaluasi,” tutupny(Alb)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button