BERITA TERKINILAMPUNGLampung Timur

Proyek Rabat Beton Seumur Jagung Sebabkan Debu,Warga Resah…

[su_animate type=”bounceInDown” duration=”0.5″ delay=”0.5″ inline=”yes”][su_highlight background=”#cf141c” color=”#f5f2f2″]Penalampungnews.com[/su_highlight] |[/su_animate]

Lampung Timur| Ironis sekali, bagaimana tidak sebuah pembangunan jalan Rabat beton di wilayah Dusun satu Desa Adirejo kecamatan Pekalongan kabupaten Lampung Timur yang bisa dibilang baru seumur jagung menuai masalah bagi warga sekitar lingkungan setempat, karena menimbulkan debu yang sangat mengganggu jika dilalui kendaraan dan dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan.

Dengan inisiatif, guna menyelamatkan jalan yg dianggap penting itu maka warga yang berada didepan jalan ini lalu melapisinya memakai adukan semen dengan tujuan agar pasir dan campuran semen di awal pembangunan yang diduga jauh dari standar mutu ini dapat di pergunakan lebih lama lagi.
Jalan Rabat Beton yang d lapisi warga karna rompel dan berdebu.

Salah satu warga yang tak mau di sebutkan namanya, pada awak media menuturkan, jalan rabat tersebut baru saja dibangun saat hari Raya lalu,namun kini kondisinya sangat nemprihatinkan terutama pada kesehatan kami pak, sebab dilalui motor saja debu dari pasir bahan jalan rabat ini berterbangan hingga masuk kedalam rumah ini sangat menggangu.” pungkasnya.

Dari pantauan media,  buruk nya pembangunan jalan yang menggunakan Dana Negara melalui program Dana Desa alias DD jalan dengan panjang 168 x 3. Meter yang menghabiskan biaya tujuh puluh sembilan juta tiga ratus enam puluh tiga ribu rupiah (Rp.79.363.000,_) ini diduga kwalitas mutunya jauh dari standar sebuah bangunan jalan beton yang secara umum berstadar minimal K 350.

Di estimasikan jika dengan panjang jalan sebagaimanna di depan kediaman Kades Danar ini sebagai berikut:
panjang 168 x 3 = 504 meter. sedangkan per
1 kubik adukan semen 3 2 1 dapat digunakan untuk 6,5 meter, dengan harga satuan per kubik Rp. 956.000,_
Kesimpulan pembangunan jalan betton dengan ukuran 168 x 3 meter ini jika dihitung dengan standar K 250 dapat menelan dana 46 518 000 Rupiah, jadi dugaan selisih nilai pada plang anggaran yang tertera yakni Rp. 79 363 000 adalah sekitar Rp. 32 845 000 Rupiah .

Tak dibayangkan, jika didepan kediaman sang Kepala Desa setempat saja sedemikian rupa, besar dugaan bagaimana di Dusun lainya,apakah seluruhnya memenuhi standar mutu..?dan sesuai dengan rancang bangun, tentu hal ini selayaknya menjadi perhatian khusus dinas terkait atau badan yang menangani pembanguna dengan menggunakan anggaran Dana Desa. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button