BERITA TERKINILAMPUNGLampung TimurPENDIDIKAN

Saat Akan Mempertanyakan Tarikan Komite Selama 3 Tahun.KS Tinggal Wartawan Dengan Alesan di Panggil Dinas…

[su_animate][su_highlight background=”#cf141c”]Penalampungnews.com[/su_highlight][/su_animate]

Lampung Timur-

Apa yang di lakukan dewan guru cabang dari SD N 2 Suka raja tiga, Kecamatan Marga tiga, Kabupaten Lampung Timur Sungguh-sungguh menghilangkan apa yang menjadi simbol para guru yaitu”Pahlawan Tanda Jasa”, pasalnya mereka mogok mengajar dan menyuruh anak didik nya pulang Sehingga sekolah tersebut di liburkan dua hari dan mengakibatkan peserta didiknya ketinggalan mata pelajaran hanya menuntut ingin memiliki gedung Kantor untuk dewan guru.

Dan yang lebih parahnya lagi, masyarakat beserta wali murid kurang lebih 50 orang sempat mendemo rumah salah satu perangkat desa Trisinar yaitu Erwin, hanya di karenakan tidak mau menandatangi hasil musyawarah antara pihak komite dan pihak sekolah yang ingin menyewakan Lapangan milik desa Trisinar untuk pembuatan gedung kantor dewan guru di sekolah cabang SD N 2 Suka raja Tiga.

Saat di wawancarai Yogi siswa kelas 5 di halaman sekolah yang masih di liburkan tersebut mengatakan,”sudah dua hari gak masuk, hari selasa masuk tapi jam 08.00 semuanya itu di suruh gurunya pulang, gak tau kenapa,”Ujar siswa yang masih polos tersebut

Dan pada hari Rabu, (18/10) kepala sekolah dan dewan guru, beserta wali murid mengadakan rapat untuk membahas permasalahan yang ada di sekolah tersebut yang mengakibatkan anak didik nya di liburkan selama 2 hari, di hadiri pula oleh Ketua Komite, bendahara Komite, tokoh masyarakat, dan Kepala Desa Trisinar, Kecamatan Marga tiga, LamTim.

Saat di wawancarai Ni Wayan Sukartini kepala sekolah SD yang bersangkutan setelah rapat selesai menyampaikan, pada Rabu (18/10) ,”menindak lanjuti komite kemarin, kemaren kan guru-guru mengajukan karena sudah 12 tahun belum punya kantor, maka beliau minta kantor karena gak punya tempat untuk berteduh ketika istirahat, saya kan sebagai kepala sekolah iya tapi sabar, udah gitu kata masyarakat kapan bu, kan masyarakat bilang gitu, ya semampu saya karena di sekolah juga guru saya honor semua, ya sabar mudah-mudahan tahun depan lah bisa di sini, besok rencana saya di sekolah induk saya mau membuat parkir sepeda dulu,”ungkapnya

,”masyarakat waktu rapat komite itu mengatakan gini, ya sudah saya membuat ajuan saya akan membuat kantor cuma gak tau kapan, akhirnya kami ngomong sama komite, bu gimana kalau kami sewakan lapangan, ya itu monggo, sampean yang punya desa di sini, saya gak punya hak itu,”tambahnya

Saat di tanyakan mengenai siapa yang merintahkan siswa-siswi di liburkan beliau menjawab,”saya gak tau, kemarin itu kan saya gak di sini, saya di induk, kemarin juga saya di telfon sudah siang, bu ini anak-anak kok di pulangkan, loh kok di pulangkan kenapa, ini karena ya ibaratnya guru-guru itu kepengen gak ada respon dari masyarakat gitu lho, ya udah kata saya sabar, namanya kita mohon itu gak bisa cepat,”jelasnya

Namun bendahara komite yang duduk di samping kepala sekolah saat wartawan online ini mewawancarai kepala sekolah, bendahara komite dengan tegas mengatakan,”yang menyuruh anak-anak pulang semua dewan guru,”tegasnya

Lagi-lagi bendahara komite, saat wartawan online ini konfirmasi terhadap kepala sekolah mengenai Tarikan komite, bendahara itu menjawab,”Untuk sementara ini kami belum menarik wali murid, belum ada kalau penarikan, kalau masalah penarikan kaya komite itu sudah mulai berjalan baru kemaren ini,”celoteh bendahara komite tersebut

Menurut nara sumber yang enggan di sebutkan namanya bahwasanya sekolah tersebut telah melakukan Pungutan sebesar 25 ribu pertahun, dan Pungutan itu sudah berjalan 3 tahun ini, dan setelah di konfirmasi mengenai Pungutan tersebut pihak sekolah dan Komite seolah-olah menutupi tentang Pungutan tersebut, dan belum selesai wartawan online ini konfirmasi mengenai Tarikan komite, kepala sekolah meninggalkan tempat duduknya dengan alasan di panggil dari Dinas.(Eri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button