BERITA TERKINIOLAH RAGAPringsewu

SUDIONO SAYANGKAN PRINGSEWU SELATAN ABSEN PADA PORKON 1

Pringsewu (PL) – Absennya Pringsewu Selatan dalam ajang Pekan Olahraga Antar Pekon (Porkon) yang kali pertama diadakan oleh KONI Kabupaten Pringsewu selain berdampak langsung pada para pelaku olahraga juga berdampak pada psikologis masyarakat setempat. Tentunya hal ni amat disesalkan karena Porkon merupakan satu-satunya ajang pembuktian bahwa pekon/kelurahan telah melakukan perhatian serta pembinaan terhadap bidang olahraga. Seperti yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Pringsewu Selatan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Sudiono saat ditemui di kediamannya. Minggu,(12/12) petang.

“Betul memang kalau kelurahan anggarannya ada di kecamatan, dan kelurahan memang tidak mendapatkan DD tetapi jangan dijadikan alasan bahwa kelurahan tidak memiliki anggaran untuk ikut event tersebut,” ucap Sudono.

Tentunya lanjut Sudiono hal ini sangat disayangkan mengingat bahwa Porkon merupakan peluang pintu masuk bagi atlit untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

” Seorang lurah ditunjuk untuk dapat mengatasi persoalan yang ada, sudah seharusnya seorang lurah itu inovatif dan kreatif, kan pengusaha dan tokoh masyarakat disini banyak, kalau dia (lurah) malu minta bantuan (kepada masyarakat) karena sebelumnya sudah sering meminta, pertanyaannya buat kepentingan masyarakat atau jangan-jangan buat kepentingan yang lain. Pada intinya anggaran jangan jadikan alasan yang akhirnya mengkebiri potensi warga, ini bukan hanya soal gengsi sudah seharusnya pihak kelurahan atau pekon memberikan dukungan kepada masyarakat potensial untuk meraih prestasi ke jenjang yang lebih tinggi karena membawa nama baik daerah,” ungkap Sudiono.

Sementara itu salah satu atlit pencak silat Pringsewu Selatan Fikri yang gagal berlaga pada Porkon 1 menyesalkan pihak kelurahan setempat yang enggan mengakomodir kebutuhan kontingen Pringsewu Selatan.

” Padahal persiapan kami cukup matang dan siap bersaing dngan pesilat lain, latihan kami hitungannya bukan Minggu, tapi sudah berbulan-bulan, harapan kami pupus hanya karena pak lurah tidak menyiapkan dana pendaftaran kontingen, dengan keikut sertaan kami pada laga tersebut harapannya selain mendapat medali, bagi teman-teman yang masih bersekolah mengejar piagam penghargaan yang nantinya bisa manfaatkan untuk pengajuan beasiswa serta masuk sekolah melalui jalur prestasi.” jelas Fikri. (Novi Antoni)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button