BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

TERKAIT PT. BSM, PULUHAN WARGA NGLURUG KANTOR PEKON SINAR BARU TIMUR

Pringsewu (PL) – Persoalan tambang kembali mencuat di Kabupaten Pringsewu, jika sebelumnya terjadi aksi massa di Kecamatan Pagelaran Utara terkait tambang di wilayah tersebut, kali ini puluhan masa dari Dusun 1 pekon Sinar baru Timur ngeluruk ke Kantor pekon setempat guna meminta kejelasan terkait kegiatan eksploitasi alam di wilayah tersebut. Senin, (5/4)

Usai didatangi puluhan warga, Kepala Pekon Sinar Baru Timur Totong Holdin menjelaskan bahwa kedatangan warga ingin menyampaikan aspirasi terkait adanya kegiatan tambang milik PT. Batu Sumber Mulia (BSM).

” Sebenarnya, kami sudah berencana mengundang warga untuk dipertemukan dengan pihak perusahan, namun warga keburu datang ke balai pekon dan meminta bertemu langsung dengan pemilik perusahaan. Karena mendadak, pemilik perusahaan belum bisa hadir, hanya mengirimkan 3 perwakilan dari perusahan tersebut. Dari pertemuan ini belum ada kesimpulan Rabu besok akan diadakan pertemuan untuk musyawarah,” ujar Totong.

Sementara itu salah satu perwakilan dari PT. BSM Azwar mengatakan bahwa pemilik perusahaan belum bisa hadir ditengah-tengah warga karena sedang ada kepentingan di Bandarlampung.

” Apk Orok selaku pemilik perusahaan rencana kami diundang (musyawarah) karena Sabtu kemaren secara internal sudah kami bicarakan kami sampaikan keluhan-keluhan masyarakat setelah itu orok menyetujui, saya sampaikan juga bahwa hari Senin (hari ini) akan ada musyawarah, kebetulan ada hari ini apk orok ada keperluan di Bandar lampung, sehingga diwakili oleh kami bertiga, karena belum ada keputusan, akan ditindak lanjuti besok Rabu. ” ujar Azwar.
Disinggung mengenai keluhan warga, Azwar menjelaskan bahwa berjalannya kegiatan tambang Tersebut masih dalam masa Uji coba, hal ini yang tidak di ketahui oleh warga.
” Soal keluhannya kami juga belum tahu, karena tadi belum dibahas, mungkin terkait jika nanti saat musim kemarau jalan jadi berdebu, juga soal jalan yang rusak, nanti kalau sudah berjalan akan kami pasang lampu jalan, jelasnya besok Rabu akan ada pertemuan lagi,” jelasnya.

OP, salah satu warga RT. 1 RT. 3 kepada media ini mengatakan bahwa maksud kedatangan mereka ke balaipekon setempat merupakan aksi spontanitas warga di dusun 1 guna mempertanyakan soal aktivitas tambang penggalian batu andesit yang berada di dusun 3 Sinarejo.

” Jadi mas, memang sebelumnya pernah ada musyawarah dengan warga saya lupa tepatnya kapan, pada saat tersebut disampaikan oleh Manurung perwakilan tambang, bawa akan ada kegiatan penggalian tanah lempung (tanah liat) di Dusun 3, dan masa uji coba selama 3 bulan, pagi harinya ada orang keliling minta tanda tangan ke warga, akan tetapi kok sekarang kenyataanya berbeda, saat ini yang diangkut itu batu, hitungan kami sudah ada 10 rit batu yang diangkut, saat di balai pekon tadi terungkap bahwa sudah 16 rit yang keluar, katanya batu tersebut sebagai contoh ini kan rada janggal makanya kami beberapa perwakilan warga datang ke balai pekon,” jelas OP saat di temui di kediamnnya.

Ada yang janggal lanjut OP, sosialisasi dengan dengan warga bahwa kegiatan perusahan tersebut untuk penggalian tanah faktanya galian batu. Jadi warga merasa dibodohi ” seharusnya dari awal saat sosialisasi disampaikan bahwa kegiatan PT. Tersebut untuk galian batu, karena dampak lingkungannya pasti juga berbeda,” pungkasnya. (Novi Antoni)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button