BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

Usai Menyerahkan Secara Simbolis Prasasti Forum Keserasian Sosial,Wabup Pringsewu Fauzi Berpesan…

Dokumentasi istimewa.
Novi Antoni.
[su_animate][su_highlight background=”#cf141c”]Penalampungnews.com[/su_highlight][/su_animate]

Pringsewu – Pekon Sumber agung kecamatan Ambarawa kabuten pringsewu terpilih sebagai pekon tempat penyelengaraan pertemuan dialog tematik membangun toleransi antar umat beragama.senin(9/10)
Program Pusat yang dibebankan APBN melalui kementrian Sosial ini diadakan dalam rangka menjaga dan mejalin keserasian antar umat beragama.

Dialog tematik yang diadakan di balai pekon sumberagung dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr. H. Fauzi dihadiri Kepala Dinas Sosial Arif Nugroho, Camat Ambarawa Ani Sundari, kepala Pekon Sumberagung Ahmad Hijar. Sebagai narasumber berasal dari Forum Komunikasi Umat Beragama yaitu I Nyoman Desten (Ketua Parisada Hindu), Hisbullah (GP Ansor) R. Didik Budiawan(Ikatan Pemuda Katholik) Drs. H. Aorriadi (PD Muhammadiyah) serta diikuti oleh sekitar 80 peserta.

Usai menyerahkan secara simbolis Prasasti Forum Keserasian Sosial, Fauzi berpesan kepada puluhan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga kerukunan baik antar umat beragama, antar suku ataupun antar golongan.

” Kita harus mensyukuri bahwa bangsa kita terdiri dari berbagai suku, agama serta golongan,” ucap Fauzi.
Kedepan lanjut Fauzi agar kegiatan semacam ini dapat dianggarkan dalam APBD,”Pak Kadis Sosial, kedepan kegiatan positif ini diadopsi agar bisa dianggarkan, sehingga dengan begitu kita bisa bersama-sama menjaga kerukunan masyarakat.”

Kepala Dinas Sosial kabupaten Pringsewu Arif Nugroho disela kegiatan menjelaskan bahwa dipilihnya pekon Sumberagung dan pekon Mulyorejo karena dinilai berpotensi konflik.
” Kedua pekon ini secara teritori berbatasan dengan kabupaten lain, secara keseluruhan memiliki perbedaan, baik agama, ras, suku serta golongan. Kegiatan dari pusat dengan nilai Rp. 109.000.000,- yang diberikan untuk pembangunan fisik dengan syarat dikerjakan secara gotong royong, dan sebagian digunakan untuk kegiatan seperti dialog Telematik seperti ini,” pungkasnya.(NA)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button