BERITA TERKINILAMPUNGLampung Timur

Wartawan tergabung di IWO Lamtim tak di perkenankan meliput mediasi sengketa tanah di kantor BPN

[su_animate][su_label type=”success”]Penalampungnews.com[/su_label][/su_animate]
Lampung Timur|Permasalah sengketa tanah diwilayah Way Bekarang Desa Sumberejo Kecamatan Wawaykarya Lampung Timur berbuntut panjang. Sehingga mengharuskan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur turun tangan, Senin (28/05/2018) digelar pertemuan yang dianggap sebagai mediasi penyelesaian sengketa tanah antara pihak Dody Sakhrun Tanjung dan warga masyarakat desa Sumberejo Kecamatan Wawaykarya.

Terlihat hadir diaula Kantor BPN pada pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Kapolres Lampung Timur, Perwakilan Kodim 0411/LT, Kepala Bagian Hukum Pemda Lampung Timur, Perwakilan Kejari, Perwakilan, Perwakilan Pengadilan Negeri Sukadana, Camat Waway karya serta Kepala Desa Sumberejo.

Namun sangat disayangkan, Pihak Badan pertanahan Nasional (BPN) tidak memperkenankan wartawan untuk meliput jalannya acara tersebut. Dengan alasan belum ada perintah dari atasannya, dua wartawan yang sempat bertanya adalah wartawan online media PawartaNusantara.com (Raja Niti) dan Wahyu dari media online Bumi1.com yang juga merupakan anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Lamapung Timur.

Bukan hanya pihak wartawan yang tidak diperkenankan masuk keruangan pertemuan, warga masyarakat yang sudah jelas-jelas membawa undangan resmi tidak dapat mengikuti acara tersebut.

,”hal ini dikarenakan ruangan sempit dan tidak ada lagi tempat, hal tersebutlah yang disampaikan oleh pihak BPN kepada salah satu warga yang berusaha masuk keruangan pertemuan,”

Saat di hubungi melalui telfon wartawan media online bum1.com, senin (28/05/2018) yang tergabung dalam ikatan wartawan online (IWO) Lampung Timur membenarkan larangan peliputan tersebut.

,”iya memang benar, pihak panitia atau BPN tidak memperkenankan kami meliput terkait mediasi tersebut, dengan alasan ruangan tidak cukup, hal itu sangat tidak masuk akal, kami dari media hanya ingin mencari informasi saja, tidak lebih dari itu, kami pun tidak minta di sediakan kursi untuk duduk, kami berdiri pun tidak masalah,”ungkap wahyu dari media bumi1.com

Hal senada juga di sampaikan oleh raja Niti selaku media pewartanusantara.com yang ingin meliput kegiatan mediasi antara warga Waway Karya dan pihak dody shakrun.


Sampai pada waktu berita ini dirilis belum juga ada penyampaian dari pihak BPN dan panitia, terkait permintaan untuk memasuki ruangan pertemuan untuk meliput acara tersebut. (Sumber, bumi1.com dan pewartanusantara.com/Eri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button