LAMPUNGTulang Bawang

Hj. Winarti Ingin Menggali Permasalahan Didunia Pendidikan

[su_animate][su_label type=”success”]Penalampungnews.com | Penulis Terpercaya[/su_label][/su_animate]

Tualang Bawang | Pangeran Suri Bupati Tulangbawang, Hj. Winarti SE MH, ingin menggali tantangan atau permasalahan yang ada di dunia pendidikan khususnya di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur, Rabu (19/9/2018).

Maksudnya, mencari solusi terbaik yang sesuai regulasi pendidikan supaya bisa sinkron dengan 25 program unggulan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.

“Saya berharap, tahun mendatang 25 progam bisa sejalan dengan program pendidikan yang sudah berjalan, dengan kata lain program pusat ditambah lagi program Kabupaten, dan seperti bos daerah, serta peningkatan kesejahteraan guru honorer ataupun payung hukum bagi usaha pembiayaan sekolah dapat berjalan baik,” ungkap Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, Selasa (18/9/2018).

Untuk mewujudkan itu, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang ini, telah mengundang komunitas pendidikan kabupaten Tulangbawang yang terdiri dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) serta Kepala Sekolah Rujukan dan Kepala Sekolah Model.

“Tujuan pertemuan ini adalah mendiskusikan permasalahan, dan tantangan pendidikan yang dihadapi kabupaten Tulangbawang dan mencari upaya solusi yang dapat ditempuh sesuai kondisi dan regulasi yang ada serta mensosialisasikan 25 program. Harapannya melalui pertemuan tersebut ada persamaan visi, misi dan tujuan, sehingga bisa menyatukan langkah untuk bergotong royong memajukan pendidikan di kabupaten Tulangbawang,” papar Bunda Winarti.

Masih kata Ibu Bupati, dirinya mengungkapkan sangat konsen dengan bidang pendidikan dan siap mendukung program-program sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan.

“Hal yang kita bahas ialah seperti dukungan BOS Daerah, peningkatan kesejahteraan guru honor, payung hukum bagi usaha pembiayaan sekolah, pemenuhan beban kerja dengan lima hari sekolah, dan adanya perlakukan kepada sekolah kategori binaan yang setara dengan sekolah rujukan dimana merupakan program pemerintah pusat,” tutur Ibu Bupati.

Sementara saat pertemuan tersebut, Ketua PGRI Danial Anwar, S.Pd MM bersama Bupati Tulangbawang itu, dirinya meyampaikan harapan agar Pemerintah Daerah dapat membantu satuan pendidikan agar lebih banyak lagi SMP yang mampu melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), mengingat semua sekolah Menengah di Kabupaten Tulangbawang telah melaksanakannya.

“Alhamdulillah Ibu Bupati berjanji akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan diskusi khusus untuk mengkaji aspek-aspek lain yang terkait dengan permasalahan tersebut. Dalam kesempatan tersebut Ibu Bupati juga mengapresiasi upaya sekolah model SMPN 1 Banjar Agung yang telah melakukan upaya secara mandiri membentuk wira usaha mandiri bekerjasama dengan seluruh warga sekolah dan komite sekolah. Bahkan Ibu Bupati telah memberikan bantuan Rp.20 Juta rupiah untuk pengembangan wira usaha tersebut agar dapat menjadi percontohan bagi sekolah lain guna mengembangkan kewirausahaan di satuan pendidikan,” tukasnya.

(SAHDAN)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button