BERITA TERKINILampung Selatan

Berkunjung ke Command Center Bandung,Langkah Pemda Lamsel Menuju Smart City

[su_animate type=”bounceInDown” duration=”0.5″ delay=”0.5″ inline=”yes”][su_highlight background=”#cf141c” color=”#f5f2f2″]Penalampungnews.com[/su_highlight] |[/su_animate]

Lampung Selatan-Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, (Lamsel) Nanang Ermanto, Sekretaris Daerah Kab. Lampung Selatan, Fredy SM beserta para Kepala OPD berkunjung ke Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung pada Kamis, 20 Desember 2018.

Diruangan yang menampilkan kecanggihan teknologi tersebut, Nanang beserta rombongan diberikan penjelasan tentang manfaat serta keunggulan commad center.

Asisten Bidang Administrasi Umum dan Kepegawaian Kota Bandung menuturkan, dengan command center ini, kita dapat memantau kepadatan arus lalu lintas, termasuk didalamnya tindak pidana kejahatan yang terjadi dijalanan.

“tindak kejahatan yang terjadi dijalanan, seperti penjambretan (diperlihatkan video penjambretan, red) dapat segera direspon dan ditindaklanjuti tanpa korban harus melapor terlebih dahulu. Dari CCTV yang ada, tindak kejahatan dijalanan sudah bisa terlihat dari ruang command center ini, dan dalam waktu yang singkat, kita bisa segera memberikan informasi dan koordinasi dengan jajaran terkait,”kata Evie.

“Disini juga ada petugas dari kepolisian yang memantau perkembangan setiap harinya,”tutur Evie lagi.

Kecanggihan teknologi tersebut, dapat memberikan manfaat dalam pelayanan kepada masyarakat termasuk didalamnya, dalam berkoordinasi dengan satuan kerja yang ada.

“Dengan command center ini, kita dapat melihat secara langsung arus lalu lintas, dapat melihat berapa jumlah pelayanan pencatatan sipil, jumlah pelayanan perizinan yang diberikan dalam setiap harinya maupun laporan pengaduan masyarakat berbasis online,”ujar Evie.

Pada Kesempatan itu, Asisten Bidang Adminiatrasi Umum dan Kepegawaian yang akan memasuki purna bhakti pada 1 Januari 2019 tersebut juga menjelaskan, command center ini dibangun pada Tahun 2014 dan mulai dioperasikan pada Tahun 2015 dengan menelan biaya tak kurang dari 30 milyar (tiga puluh milyar) dengan menempatkan tenaga ahli sebanyak 9 (sembilan) orang tenaga ahli dalam tiap shift nya, dimana dalam sehari terbagi menjadi 3 shift.

Pelapor/penulis:Aka Prayudi Sior

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button