BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

Pengurus Ponpes Bantah Laporan Dugaan Pencabulan…

[su_animate type=”bounceInDown” duration=”0.5″ delay=”0.5″][su_highlight background=”#cf141c” color=”#f5f2f2″]Penalampungnews.com[/su_highlight] |[/su_animate]

Pringsewu -Laporan dugaan pencabulan yang dialamatkan kepada pimpinan salah satu pondok pesantren yang berada di kecamatan sukoharjo dibantah pihak pengurus ponpes tersebut. Hal ini diungkapkan saat media ini berkunjung dan meminta tanggapan dari pihak ponpes tersebut, Minggu (7/1).

Melalui humas nya Ratnan Arif  membantah apa yang di yang diberitakan beberapa media soal dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren tersebut. Menurut penuturannya bahwa pondok pesantren yang berada di kecamatan sukoharjo ini selain memiliki lembaga pendidikan formal dari tingkat Paud hingga pendidikan tingkat atas serta pendidikan non formal seperti pengajian kitab kuning, perlu diketahui juga pondok pesantren ini juga membuka praktek pengobatan alternatif, dimana setiap harinya lebih dari 100 pasien berasal dari berbagai daerah di lampung serta luar daerah yang berobat di tempat ini.

“ dipondok ini ada sekitar 230 santri putra dan putri, sebagian dari santri ataupun santriwatinya sengaja dititipkan dipondok karena alasan untuk dilakukan pembinaan secara mental, karena mereka berprilaku “buruk” yang kemudian oleh orang tuanya dititipkan di sini. Jadi kami dari pihak ponpes membantah terkait soal dugaan pencabulan terhadap santriwati kami, Saat pengobatan itu dilakukan di pendopo pesantren bisa anda lihat sendiri dimana tempat nya sangat terbuka. Jadi tidak ada pengobatan yang dilakukan pada malam hari di tempat tertutup. Semua kegiatan yang ada dipondok semuanya terjadwal dengan baik. Jadi tidak benar apa yang dituduhkan kepada pimpinan kami.” Ungkapnya.

Menanggapi persoalan ini, lanjut Ratnan Arip pimpinan pondok meminta kepada kami sebagai pengurus untuk bersikap dan menanggapi dengan santai karena menurutnya bahwa akan terbuka mana yang salah dan mana yang benar.

“ Sampi hari ini belum ada pemanggilan dari pihak kepolisian  baik dari sektor sukoharjo maupun dari polres tanggamus, jika hal ini mencuat dimedia, perintah kiyai untuk mengabaikan karena sudah merupakan hal yang lumrah ujian semacam ini, dan yang pasti akan terbuka mana yang benar dan mana yang salah.” Lanjutnya

“ Dan faktanya sampai hari ini, hal ini tidak berpengaruh terhadap santri yang ada di ponpes dan juga tidak berpengaruh terhadap kunjungan pasien yang datang di pondok pesantren ini,” tukasnya. (NA)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button