BERITA TERKINILAMPUNGTulang Bawang Barat

Saat Dimintai Keterangan Terkait Proyek Di Komplek Perkantoran Tubaba,Pengawas Ini Malah Marah…

[su_animate type=”bounceInDown” delay=”6″]Penalampungnews.com.|[/su_animate]

Tulangbawang Barat- (ANyang ditempatkan selaku pengawas proyek peningkatan jalan perkantoran pemda tulang bawang barat saat akan dimintai keterangan terkait proyek peningkatan jalan di area perkantoran pemda tersebut terkesan tak memiliki etika.

bagaimana tidak,saat Lembaga dan Media yang hendak bertanya kepadnya,sepontan (AN) marah  dan menunjukan ke aroganan nya terhadap lembaga dan media,selasa 28/11/17.

Pelaksanaan proyek-proyek pemerintah di kabupaten tulang bawang barat yang sudah mulai dikerjakan.antara lain seperti peningkatan kualitas jalan, yang dikerjakan oleh CV RIDHO MANDIRI, dengan nilai kontrak sebesar Rp3.866.130.000,. Namun, anehnya pengerjaan proyek tersebut seolah tidak boleh ditinjau oleh masyarakat, seperti yang diutarakan Ketua DPD fortuba Dan korwil tipikor provinsi lampung, Yantoni dan Hartawan Nur.

“Kami sengaja datang ke proyek tersebut untuk melihat sejauh mana dan seperti apa pembangunannya. Karena tidak ada siapa-siapa di lokasi, kami lantas menghubungi andi yang disebut-sebut sebagai pengawas internal dari CV tersebut, namun responnya malah tidak baik,” ujar hartawan nur dan yantoni, di tulang bawang barat, Rabu (29/11) kemarin.

Yantoni ketua DPD fortubaba mengatakan, jika andi mengeluarkan kalimat yang aneh saat dikonfirmasi. “Dia ngomong apa urusannya sibuk dengan proyek saya. Ini kan aneh, karena proyek ini menggunakan uang negara, uang rakyat. Kami selaku lembaga masyarakat jelas ingin mengetahui bagaimana pembangunannya. Jangan nanti dibangun asal-asalan. Tapi kesannya kami tidak boleh tahu mengenai perkembangan pembangunan proyek ini,” bebernya.

Menurutnya, setiap proyek pemerintah yang menggunakan uang negara, wajib memberikan informasi ke publik secara transparan. Bukan malah membuat kesan ditutup-tutupi. “Kami akan pantau terus proyek ini, apakah nanti sesuai dengan rencana anggaran biayanya. Kalau tidak, tentu ini menjadi kerugian negara,” tambahnya.

Ketua DPD fortuba tubaba yantoni. Sh menambahkan, tiap pengawas wajib memberikan informasi kepada publik perihal perkembangan proyek tersebut. “Kami juga menduga proyek ini kurang diawasi oleh pengawasnya. Untuk itu, kami juga akan turut mengawal proyek pembangunan ini,” tutupnya

Pewarta: korlap

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button