BERITA TERKINILAMPUNGPringsewu

USAI CABUT GIGI, ANAK UMUR 11 TAHUN MENGALAMI PENDARAHAN HEBAT…

[su_animate type=”bounceInDown” duration=”0.5″ delay=”0.5″][su_highlight background=”#cf141c” color=”#f5f2f2″]Penalampungnews.com[/su_highlight] |[/su_animate]

Pringsewu – Tidak hanya satu ataupun dua orang saja yang telah menjadi korban praktik dokter gigi ilegal, banyak kasus-kasus korban yang harus menderita akibat ulah oknum yang mengatasnamakan sebagai profesi tukang cabut gigi melakukan praktik ilegal pengobatan dan pencabutan gigi berlubang.

Bahkan Oknum yang melakukan praktik gelap tesebut tak hanya dari kalangan tukang gigi, namun juga ada orang hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas pada Dinas Kesehatan atau juga sebagai Sebatas Perawat bahkan tidak memiliki keahlian dalam bidang kesehatan gigi.

Darwin menjelaskan Seperti yang di alami oleh putrinya yang bernama Winda (11 th) mencabut giginya yang diantar langsung oleh kedua orang tuanya ke ahli tukang Gigi hari Kamis sore kemarin (14/12), sedangkan kedua orang tuanya mengetahui ada seorang yang ahli cabut gigi buka praktik di seputaran Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus dari salah satu tetangga rumahnya, namun setelah pulang sesampainya dirumah bekas dari cabutan giginya Winda mengeluarkan darah yang tidak pernah berhenti, Darwin orang tua Winda mengungkapkan saat memberikan keterangan kepada Media penalampungnews.com Jum’at (15/12),

“saya dan istri saya membawa anak kami ke ahli gigi, memang sebentar proses cabut gigi anak saya hanya hitungan detik selesai, setelah selesai dan bayar 80 ribu, namun sampai rumah bekas dari cabut gigi anak saya mengeluarkan darah segar seperti darah hewan yang disembelih”pungkasnya Darwin.

Lanjutnya Darwin,  bahwa dia merasa cemas melihat keadaan anaknya yang terus mengeluarkan darah dari gusinya, Darwin tidak kepikiran lagi untuk kembali kepada ahli gigi yang sudah mencabut gigi anaknya, dimana salah satunya untuk kembali ke tempat ahli gigi tersebut dibilang sangat jauh bisa menghabiskan waktu satu jam, sangking paniknya langsung dibawa ke salah satu bidan terdekat, namun di tempat bidan pun cuman hanya dikasih kapas sama obat penambah darah saja. Setelah itu, keadaannya setelah dari bidan tak juga ada perubahan masih  saja mengeluarkan darah sampai pagi harinya masih saja mengeluarkan darah, melihat keadaan seperti itu Darwin ambil keputusan membawanya ke rumah sakit Mitra Husada Pringsewu.

“Gak tahu lagi mas saya melihat keadaan anak saya yang kelihatan lemas dan pucat kayak kehabisan darah, karena darah yang keluar dari gusi anak saya tak kunjung berhenti, pagi jam 6 saya bawa anak saya ke rumah sakit Mitra Husada Pringsewu”ungkapnya.

Alhasil diterangkan Darwin kepada media ini, bahwa menurut dokter yang menangani anaknya di rumah sakit tersebut mengalami pendarahan pada gusinya, secara terang dijelaskan bahwa saat gigi anaknya dicabut terkena pada pembuluh darah dari gusi gigi anaknya tersebut.

Dijelaskan oleh Darwin bahwa ada kecurigaannya terhadap oknum tukang ahli cabut gigi tersebut, dimana tempat praktiknya tidak terdapat Plank yang menjelaskan Dokter Gigi atau penjelasan yang lainnya seperti waktu jam praktiknya, hanya ada bekas tiang Plank saja, bahkan sepengetahuan Darwin mendapatkan informasi tentang dokter tersebut, bukanlah seorang dokter gigi yang sebenarnya hanya pejabat dinas kesehatan dan pernah menjabat dilingkungan Dinas Kesehatan di Kabupaten Pringsewu.

“Seharusnya kalau memang dokter atau pun tukang ahli gigi itukan ada Plank yang menjelaskan bahwa dia adalah satu seorang dokter, tapi nyatanya saya tidak melihat adanya papan informasinya”terangnya .

Sufriyanto, SKM.MM salah satu pejabat yang bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu buka praktik sebagai perawat gigi di kecamatan Tekad saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya Rabu (20/12), menyangkal adanya pasien yang bernama Winda dan datanya tidak ada laporannya, dan kalau memang benar ada kenapa tidak kembali lagi ke tempatnya buka praktik, Kalaupun pendarahan kenapa tidak kembali dan akan segera dilakukannya penindakan kepada pasien tersebut.

“Tidak ada data yang masuk kesaya atas nama Winda, kalau pun ada kenapa tidak kembali ke saya dan akan saya lakukan tindakan soal pendarahan pada gigi anak tersebut”jelasnya.

Terkait dengan aturan bahwa seorang perawat gigi kewenangan boleh atau tidak untuk melakukan proses cabut Gigi, Sufriyanto menjelaskan memang ada dari dulu aturannya untuk hal tersebut bahwa seorang perawat gigi bisa melakukan proses cabut gigi. Sufriyanto berharap kepada media ini untuk bisa mempertemukan dengan pihak orang tua sekaligus dengan anaknya yang mengalami pendarahan pada gusi giginya, akan memastikan dimana letak sampai bisa ada pendarahan, juga dia meminta jangan terlalu diperpanjang persoalan tersebut.

“Saya minta kepada pihak orang tua juga sekaligus anaknya yang berobat gigi kepada saya untuk menemui saya, juga saya berharap mas jangan terlalu diperpanjang urusan seperti ini, mas kan orang lapangan saya mengertilah, kita juga sama-sama orang lapangan”pintanya sufriyanto melalui telepon selulernya.

Dikesempatan yang berbeda Purhadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu saat dikonfirmasi oleh Media ini diruang kerjanya membenarkan bahwa Sufriyanto, SKM.MM memang menjabat Kabid P2P Dinas Kesehatan, memang benar adanya Sufriyanto buka praktik di tempat kediamannya di Pekon Tekad Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus, tapi bukan sebagai dokter gigi Hanya sebagai perawat Gigi, kewenangan dari seorang perawat hanya melakukan perawatan gigi, soal untuk cabut gigi harus ada pengawasan dari ahlinya atau Dokter Gigi.

“Perawat gigi itu hanya melakukan perawatan pada gigi, seperti contoh pemasangan behel itupun mereka harus pesen dulu behelnya baru perawat gigi yang melakukan pemasangannya, kalaupun perawat gigi untuk tindakan cabut gigi itu harus ada pengawasan dari ahlinya”terangnya Purhadi.(NA)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button