BERITA TERKINIHukum dan KriminalLAMPUNGLampung Timur

Wow,,,,, Di Sekampung Ada Pengelola Pupuk Oplosan Namun Tidak Tersentuh Hukum

LAMPUNG TIMUR – Salah satu pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur, yang berinisial WS di duga telah melakukan kegiatan yang melanggar Hukum, pasalnya WS sangat berani mengoplos pupuk dengan garam dan tawas untuk di perjual belikan kembali.

Hal itu terungkap dari salah satu masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pada wartawan media ini pada, Minggu (28/10/2018).

Di Duga alat takaran Oplosan yang berada di dalam rumah WS

Dan WS juga terbilang kebal terhadap hukum, beberapa tahun lalu juga pernah terlibat kasus yang sama namun tidak di pidana.

,”dia itu suka ngoplos pupuk, biasanya dia ngoplos nya itu pakai garam atau tidak sama tawes, dia itu dah terkenal dia itu, dia juga berani nutupnya, tahun berapa itu ya, dia itu pernah nutup banyak banget, masa kamu belum kenal sama yang namanya WS, dia itu sudah terkenal sampe polda dan Kejaksaan kok, tapi nanti di tutup lagi (di selesaikan, red), tapi kalau abis di tutup herannya kaya lagi dia,”bebernya

Kegiatan terlarang itu sendiri di kerjakan di rumah WS yang berada di Desa Giriklopomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur dengan menggandeng pekerja lingkungan sekitar.

,”57 B kan ada gereja si, itu aja di beli dia di jadiin rumah dia,”tambahnya

Mendapat informasi tersebut, beberapa tim media berusaha investigasi untuk mencari tau kebenaran nya, dan ternyata benar di dalam gudang rumah WS sedang ada Kegiatan pengoplosan pupuk, Minggu (28/10/2018).

Dan saat di konfirmasi di kediaman nya, WS pun mengakui Kegiatan terlarang tersebut.

Salah satu oknum pegawai dinas pertanian, WS mengatakan,”kalau di sini ada 2, jujur aja aku, satunya punya AR, cuma dia itukan enak ada modal, kalau kayak aku tau sendiri lah modal aja pinjem, kalau tempat AR malam ngerjain nya,”ungkapnya

Dan WS pun mengakuinya, bahwa kegiatan terlarang itu telah di ketahui oleh oknum anggota dari Polda Lampung dan Polres Lampung Timur, dan WS pun setor terhadap oknum penegak hukum untuk memperlancar kegiatan terlarang itu.

Masih menurut WS,”dari Polda saya jatah terus (setor, red), biasanya saya setor nya pertahun, yang penting kita saling tau ajalah, kalau dari Polres si ST, tapi kalau dia mah setiap perlu aja ngebel aku, ya namanya kita kerja kan, kalau gak setauan sama kawan kan repot,”ujarnya dengan nada rintih

Penulis/Reporter :Red

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button